SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PENCEGAHAN COVID-19: Batam Kembali Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dan 800 Rapid Test dari Donasi Masyarakat

  • Reporter:
  • Kamis, 26 Maret 2020 | 19:04
  • Dibaca : 362 kali
PENCEGAHAN COVID-19: Batam Kembali Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dan 800 Rapid Test dari Donasi Masyarakat
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad menerima penyerahan bantuan alat 800 rapid tes Covid-19 dan dana Rp2,5 miliar untuk penanganan wabah Covid-19, Kamis (26/3). /ahmad romadi

BATAM – Pengusaha di Batam menyerahkan bantuan dana Rp2,5 miliar beserta 800 rapid tes untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Pemko Batam agar bisa segera digunakan untuk biaya pencegahan Covid-19.

Wali Kota Batam-Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan bantuan tersebut bukan untuk Pemko Batam tapi untuk masyarakat yang diserahkan melalui Pemko Batam. Dengan bantuan dari pelaku usaha diharapkan bisa membantu pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19 agar tidak meluas.

“Hari ini kami hadir ingin menerima bantuan tersebut, tentunya ada mekanisme yang harus kami ikuti. Jangan sampai nanti selesai penerimaan bantuan, Covid-19 hilang timbul permasalahan baru,” kata Rudi di Dataran Engku Putri, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan bantuan uang akan digunakan untuk operasional di lapangan baik itu untuk tim kesehatan ataupun pihak keamanan. Karena selama ini pihaknya menurunkan tim untuk mengedukasi masyarakat agar tidak keluar rumah dan menjauhi keramaian.

Kemudian untuk 800 rapid tes akan segera digunakan untuk melakukan pengecekan masyarakat yang kemungkinan mengalami gejala mirip Covid-19. Jika nantinya diketahui positif maka akan langsung dilakukan perawatan dan jika tidak maka akan langsung dipulangkan.

“Alat yang dibantu kemarin ada yang belum lengkap, sehingga kami belum bisa menggunakan untuk tes. Apa yang telah kami sisir di lapangan,” jelasnya.

Sampai saat ini di Batam yang sudah terkonfirmasi positif sebanyak 3 orang. Kemudian hasil penyisiran di lapangan ada sekitar 2.065 orang yang memiliki gejala mirip Covid-19 dan saat ini belum dilakukan karantina karena memang memang masih menunggu rapid tes.

“Jadi perlu saya luruskan 2.065 orang ini tidak positif jangan sampai salah, ini yang kami sisir yang mungkin mengalami gejala-gejala kirim Covid-19,” kata Rudi.

Kemudian terkait kelangkaan masker dan hand sanitizer di Batam, Rudi menjelaskan bahwa kedua nya tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan. Jika tidak ada di lapangan maka masyarakat diimbau untuk selalu rajin selalu melakukan cuci tangan.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kepri, Eddy Hussy, mengatakan pihaknya akan terus berupaya membantu pemerintah melawan Covid-19. Selain rapid tes, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD), hanya saja diperkirakan tiba di Batam sekitar dua pekan ke depan.

“Karena susah juga mencarinya, semua berebut saat ini. Kami sudah pesan mudah-mudahan dua pekan lagi tiba,” katanya.

Gerakan Donasi Lawan Covid-19 di Batam sebelumnya sudah menyerahkan sebanyak 500 APD yang diperkirakan masih cukup sampai dua pekan ke depan. Selain itu pihaknya juga akan membuat cuci tangan portabel lengkap dengan airmya di titik keramaian seperti pasar dan lainnya.

Sudah ada 10 titik yang sudah dibuatkan oleh pihaknya, dan rencananya akan ada penambahan 10 titik lagi, tak hanya di kawasan Batam Center saja tapi juga sampai wilayah-wilayah Batuaji.

“Sanitizer memang penting tapi cuci tangan juga efektif untuk mencegah Covid-19,” katanya.

Presiden Direktur Sat Nusapersada Abidin Hasibuan mengatakan bantuan tersebut merupakan donasi dari pelaku usaha dan masyarakat yang ada di Batam. Pihaknya sadar bahwa kondisi saat ini harus bersama-sama melawan Covid-19.

“Yang penting semua barang yang dibeli ada hitam di atas putih, supaya kami juga bisa pertanggungjawaban kepada para donasi,” kata Abidin. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com