SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pencurian Ikan Masih Mendominasi, Ditpolair Ungkap 58 Kasus di Laut

  • Reporter:
  • Kamis, 13 Desember 2018 | 16:47
  • Dibaca : 236 kali
Pencurian Ikan Masih Mendominasi, Ditpolair Ungkap 58 Kasus di Laut
Ditpolair Polda Kepri mengamankan kapal pencuri ikan di Dermaga Batuampar, beberapa waktu lalu. f teguh prihatna

SEKUPANG – Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Kepri mengungkap 58 kasus sepanjang tahun 2018. Seperti tahun sebelumnya, kasus pencurian ikan (ilegal fishing) masih mendominasi kasus kejahatan di laut Kepri.

Direktur Polair Kepri Kombes Benyamin Sapta mengatakan, kasus pencurian ikan oleh kapal ikan asing (KIA) sebanyak 11 kasus. Selanjutnya ada kasus pemalsuan surat dan ijazah kelautan, yakni sembilan kasus.

“Sedangkan untuk kapal kapal yang berlayar tanpa SIB (surat izin berlayar) ada tujuh kasus,” ujarnya, kemarin.

Tak hanya itu, Ditpolair Polda Kepri juga menangani enam kasus kepabeanan terkait pengiriman barang keluar Batam. Selain itu, ada penindakan pengiriman BBM ilegal dan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, masing-masing lima kasus.

Sementara kasus lainnya sebanyak dua kasus, yakni pencurian dan ilegal logging. “Kami juga ada menangkap perdagangan ilegal berupa penyelundupan bawang dari Malaysia,” kata Benyamin.

Dalam menjalankan operasio, sambungnya, Ditpolair menetapkan sistem zonanisasi pengawasan terhadap wilayah perairan yang dibagi menjadi enam zona.

Meliputi Batam di Dermaga Unit Belakangpadang zona satu. Di zona dua di Tanjungbalai Karimun di dermaga unit kolong atau beliah. Zona tiga itu di Dermaga Moro, zona empat di Tanjungpinang dan Bintan di dermaga Tanjungpinang. Kemudian zona lima di Lingga di Dermaga Jagih dan zona enam di Anambas dan Natuna,” katanya.

“Khusus di zona enam dan hotspot di Tanjung Berakit, di back-up kapal BKO dari Korpolairud Baharkam Polri,” katanya.

Untuk menjamin kelancaran tugas, saat ini Ditpolair Polda Kepri di perkuat sejumlah armada, seperti KP Baladewa, KP Kedidi dan KP Hayabusa. Ditpolair memiliki 28 unit armada terdiri dari berbagai jenis baik C1, C2 dan C3 termasuk kapal cepat datar (rigid hull inflatable boat) maupun longboat dan amphibi.

Dengan luas wilayah 253.617 km2 dan 96 persennya merupakan perairan serta perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand, pihaknya harus mampu mengeleminir berbagai potensi kerawanan yang ada. Di antaranya pencurian ikan, penjualan orang, pembalakan liar, penyelundupan dan kejahatan lintas batas negara.

“Polair juga menangkap kurir narkoba beserta barang bukti tiga kilogram sabu dan 15 butir ekstasi,” ujarnya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com