SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penduduk Miskin Kepri Bertambah

  • Reporter:
  • Selasa, 16 Juli 2019 | 12:14
  • Dibaca : 101 kali
Penduduk Miskin Kepri Bertambah
ilustrasi.

PINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat hingga bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Kepri mencapai 128.462 orang, atau sebesar 5,90 persen.

Kepala BPS Kepri Zulkipli menerangkan, dari jumlah 128.462 orang itu mengalami penambahan penduduk miskin sebanyak 3.100 orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 125.362 orang atau 5,83 persen.

“Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepri pada Maret 2019 mencapai 128.462 orang. Terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 3.100 orang dibandingkan September 2018 lalu,” katanya di Tanjungpinang, Senin (15/7).

Ia menambahkan, berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018-Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan menunjukan kenaikan atau bertambah sebanyak 5.748 orang, sedangkan daerah perdesaan justru berkurang sebanyak 2.649 orang.

“Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 5,15 persen menjadi 5,33 persen. Sedangkan di perdesaan turun sebesar 0,22 dari 11,26 persen menjadi 11,04 persen,” ujarnya.

Zulkipli menambahkan, bahwa garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Di mana tegasnya, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Selama periode September 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 4,59 persen, yaitu dari Rp567.972 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp594.059 per kapita per bulan di bulan Maret 2019.

“Sementara pada periode Maret 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 6,22 persen, yaitu dari Rp559.291 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp594.059 per kapita per bulan pada Maret 2019,” bebernya.

Persoalan kemiskinan lanjutnya, bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari
kemiskinan itu sendiri.

Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

“Periode September 2018-Maret 2019, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan mengalami kenaikan. Indeks kedalaman kemiskinan pada September 2018 adalah 0,591 dan pada Maret 2019 meningkat menjadi 0,689,” sebutnya.

Demikian juga tegasnya dengan indeks keparahan kemiskinan naik dari 0,107 menjadi 0,125 pada periode yang sama. Sementara apabila dilihat pada periode sebelumnya yaitu Maret 2018-Maret 2019 indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan keduanya mengalami penurunan baik di daerah perkotaan maupun daerah perdesaan.

Apabila dibandingkan antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di daerah perkotaan.

“Pada Maret 2019, nilai indeks kedalaman kemiskinan untuk daerah perkotaan sebesar 0,589, sementara di daerah perdesaan sebesar 1,585. Dan untuk nilai indeks keparahan kemiskinan untuk perkotaan adalah 0,100 sedangkan di daerah perdesaan sebesar 0,341,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com