SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Penentang Perang Peraih Medal of Honor

  • Reporter:
  • Selasa, 4 April 2017 | 10:26
  • Dibaca : 441 kali
Penentang Perang Peraih Medal of Honor
Desmond Doss

Sering kali orang berpikir tentang penerimaan Medal of Honor (medali kehormatan), sebuah penghargaan prajurit tertinggi di Amerika dengan gambaran seorang prajurit yang gagah berani dan mengangkat senjata di medan perang tanpa rasa takut. Namun, itu tidak benar jika yang menerima penghargaan itu adalah Desmond Doss.

Tentu saja, Desmond Doss juga berjuang dan mempertaruhkan nyawanya di medan perang. Namun, prajurit ini tidak pernah sekali pun membawa atau menggunakan senjata. Desmond adalah seorang tentara bidang medis yang bertugas di Perang Dunia II, dan termasuk orang pertama dalam sejarah Amerika yang mendapat Medal of Honor untuk seorang prajurit dengan kategori Conscientious Objector (CO).

Conscientious Objector atau dalam arti harfiahnya adalah “penentang yang sungguh-sungguh” atau “penentang hati nurani”, adalah terminologi yang digunakan ketika seorang prajurit menolak untuk berperang atas nama hati nurani atau kepercayaan yang ia anut. Conscientious Objector ini dibedakan dengan tindakan desersi, yang lebih pada sikap menentang perang karena kelalaian atau tindakan yang lain. Persoalan ini telah pula diatur dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948 oleh PBB, dan mengharuskan setiap bangsa di dunia untuk menghormati keputusan hati warga negaranya, termasuk prajurit sekalipun, untuk menentang peperangan.

Desmond Doss termasuk dalam kategori “penentang atas nama hati nurani itu”, dan dialah orang yang pertama kali diganjar dengan penghargaan Medal of Honor, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah AS terhadap para tentaranya yang terhebat dan paling berani. Lalu, apa jasa Desmond Doss hingga dirinya layak mendapat medali tersebut? Jawabannya, bukan saja karena ia berani dan banyak terlibat dalam sejumlah pertempuran, namun karena ia juga telah menyelamatkan banyak nyawa manusia. Ia adalah pahlawan Amerika sesungguhnya.

Desmond lahir pada 7 Februari 1919, di Lychnburg, Virginia. Ia adalah anak tengah atau anak ke tiga dari pasangan Tom dan Bertha Dos. Ketika kecil, ia telah dipengaruhi oleh ajaran Alkitab dan doktrin-doktrin Kristen. Ia juga sangat tertarik akan kisah-kisah heroik tokoh-tokoh zaman dahulu, termasuk kisah Qabil dan Habil, dua bersaudara yang saling bunuh. Desmond kecil tidak mengerti kenapa manusia bisa saling membunuh. Karena itu, sejak usia muda ia telah bersumpah untuk tidak membunuh dan mengambil kehidupan orang lain.

Suatu peristiwa terjadi ketika Desmond masih muda, yang kelak mempengaruhi pemikirannya ketika ia dewasa. Suatu ketika, ayah Desmond, Tom Desmond sedang minum-minum sambil duduk bersama pamannya. Tidak lama kemudian, pertengkaran pecah di antara keduanya. Ayah Desmond langsung mengambil pistol dan menodongkkan pada pamannya.

Untung saja ada Bertha, ibunya yang meredakan situasi. Dengan sekali gerak, pistol itu ia ambil dari tangan suaminya, dikosongkan pelurunya, dan disembunyikan. Tidak lama, polisi datang dan menangkap ayah Desmond. Pengalaman melihat ayahnya sendiri memegang pistol untuk membunuh pamannya, tidak pernah hilang dari kepala Desmond. Sejak hari itu, ia pun bersumpah tidak akan pernah memegang pistol.

Pada April 1942, Desmond dikenakan wajib militer Amerika Serikat. Ia menawarkan penundaan pada komandannya, namun sang komandan menolak. Desmond tetap harus berangkat, dan ia tahu apa yang sedang terjadi di Pearl Harbor waktu itu. Negaranya akan terseret dalam peperangan dan tentu saja ia ingin membantu. Tapi masalahnya, ia sudah bersumpah untuk tidak akan mengangkat senjata dalam bentuk apapun. Angkatan darat mengatakan, bahwa jika ia tidak mau mengangkat senjata dan berperang, maka ia akan dicap sebagai penentang (deserter). Dan, setiap deserter pasti dihukum.

Desmond tidak setuju dengan pengelompokan itu, karena dirinya bukanlah penentang perang. Bahkan, secara lisan ia tidak memberitahukan pada orang tentang masalah itu. Hanya saja, ia memang tidak mau melakukan pembunuhan atau penembakan. Akhirnya, ia mendapat pengecualian, karena bagi komandannya hal itu merupakan kasus baru. Alhasil, terwujudlah keinginan Desmond untuk tidak menggunakan senapan.

Desmond menyelesaikan pelatihannya di Fort Jackson, dan kemudian ditempatkan di Fort Pickett, Virginia, dengan Divisi Infanteri 77-307. Kehidupan di angkatan darat terasa sulit bagi Desmond. Ia kerap diejek dan dikucilkan oleh banyak orang, termasuk rekan–rekan sesama tentara, karena sikap dan kenyakinannya itu, bahkan oleh para komandannya. Namun, hal itu tidak membuat kenyakinannya surut. Ia terus menolak memanggul senjata meski caci maki terus berdatangan.

Pada 17 Agustus 1942, kehidupan Desmond berubah bahagia sejak menikahi kekasih hatinya, Dorothy. Namun, kebahagiaan perkawinan itu tidaklah menular dalam kehidupan di militer. Akibat kesalahpahaman, Desmond ditempatkan menjadi satu divisi persenjataan dan harus mengajukan surat permohonan untuk mendapatkan posisinya di divisi medis. Keinginannya dikabulkan ketika angkatan darat menyadari, kalau Desmond pasti tidak akan pernah menyentuh senjata.
Namun, Desmond menemui masalah lain seputar keyakinan agamanya ketika berhadapan dengan pemeluk agama lain.

Ia tidak bisa bekerja pada Sabtu, hari yang dianggap suci dalam agamanya. Tentu saja, ia menemui banyak ganjalan untuk hal itu. Sementara tentara lain tidak seperti Desmond. Mereka tidak meliburkan diri pada Sabtu. Alhasil, komandannya tidak setuju atas permohonan tidak bekerja pada Sabtu, dan menyuruh Desmond tetap bekerja di hari itu. Kalau tidak, Desmond diancam akan diajukan ke pengadilan militer. Namun, setiap kali Desmond diperintah untuk tetap bekerja, tapi seringkali pula ia menolak.

Divisi 77 melakukan latihan melelahkan di Gurun Arrizona dan kemudian bersiap-siap untuk melakukan pertempuran. Mereka menuju Samudera Pasifik pada 1944. Unit Desmond Doss bertempur di Guam dan Leite selama berbulan-bulan pertama mereka. Desmond segera terkenal dalam pertempuran demi pertempuran, karena keberanian sekaligus kebodohannya dalam merawat orang-orang yang terluka di medan perang. Terlepas dari fakta bahwa musuh telah mengerahkan secara khusus pasukannya, Desmond terus menerobos hingga ke area lawan untuk merawat teman-temannya.

Ada satu komandan bernama Cunningham, yang sering mengejek Desmond sebagai orang penakut karena tidak mau mengangkat senjata. Namun, terbukti bahwa ia sendirian yang tidak berani di medan peperangan. Selama pertempuran dalam perang pasifik, Cunningham berbalik arah dan melarikan diri. Sementara Desmond Doss melalukan sebaliknya. Ia terus berlari dan masuk melewati brigade musuh di dalam, memata-matai atau mengintai gerak-gerik musuh, sembari merawat orang-orang yang terluka, baik itu kawan atau musuh sekalipun. Desmond membuktikan, keberanian tidak ditunjukan dengan kata-kata, melainkan tindakan.

Selanjutnya Desmond dikirim ke Okinawa. Divisi 77 diterjunkan ke sana untuk menggantikan pasukan Divisi 96 Hacksaw Ridge. Hacksaw Ridge merupakan pegunungan curam yang penuh dengan gua-gua yang menjadi tempat persembunyian Jepang selama Perang Dunia II. Beberapa bagian dari pegunungan itu bahkan sangat curam dan dipenuhi dengan karang. Dan, tempat itulah yang harus dikerjakan Divisi 77, tempat Desmond bekerja, yang memang mesti diambil. Pertempuran itu menyebabkan 155 orang meninggal dan 55 orang lainnya melarikan diri.

Tekanan terakhir dalam perang di pegunungan Hacksaw Bridge terjadi pada Sabtu. Semua orang tahu, bahwa Desmond tidak bekerja pada hari itu, tapi mereka menyadari kalau mereka butuh Desmond. Desmond setuju ia bekerja di hari itu, asalkan diberi waktu untuk membaca kitab Injil. Maka, komandannya pun menunda pertempuran sampai Desmond selesai dengan ritual-ritualnya. Selama 12 jam, Desmond bekerja menolong orang-orang terluka dalam satu pertempuran paling berdarah di Jepang selama Perang Dunia II.

Secara keseluruhan, pada pertempuran itu, Desmond mengevakuasi 75 orang, baik yang mati, sekarat, dan yang terluka, dengan menuruni bukit-bukit berkarang. Desmond menggunakan beberapa simpul tali untuk menurunkan mereka, hal mana telah ia pelajari selama training, ketika akan menurunkan orang-orang dari tebing dalam keadaan penuh kekacauan. Dan, malam itu Amerika berhasil menaklukkan daerah tersebut.

Namun sayang, Desmond terluka. Ia terkena pecahan granat, dan ketika hendak dibawa keluar menggunakan tandu, ia masih sempat kabur dan keluar dari tandu untuk mengobati orang lain yang terluka, tanpa memerdulikan keadaan dirinya. Lima belas ribu orang yang bertempur di Hacksaw Ridge tidak pernah pulang ke rumah dalam keadaan hidup. Desmond akhirnya bisa pulang dan disambut sebagai seorang pahlawan.

Setelah peristiwa heroik itu, Desmond menerima penghargaan Medal of Honor, penghargaan prajurit tertinggi di Amerika, dari presiden Truman. Desmond Doss pulang dengan membawa penyakit Tuberculosis yang dideritanya saat peperangan. Penyakit itu telah diobatinya, namun karena overdosis, ia menjadi tuli. Desmond menghabiskan hidupnya di Amerika dan meninggal dengan damai di usia 87 tahun, pada 23 maret 2000.

Kisah heroik Desmond Doss di peristiwa Hacksaw Ridge lalu difilmkan Mel Gibson, sutradara yang tidak jemu dalam menggali kisah heroik para tentara Amerika saat Perang Dunia II. Hacksaw Ridge tayang perdana di Festival Film Venice, pada 4 September 2016 lalu, dan dirilis di Australia pada 03 November 2016. Film ini akan mulai tayang di Amerika Serikat dan seluruh dunia pada 4 November 2016.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com