SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penerapan Pajak Sistem Online, Setiap Transaksi Langsung Terekam

Penerapan Pajak Sistem Online, Setiap Transaksi Langsung Terekam
Sekretaris Dispenda Batam Zulkifli Aman menyerahkan alat perekam Typing Box kepada General Manager Tantiarini Hidayati dan Pimpinan bank BJB Batam Ahmad Faizal di Novotel. Foto Arazzy Aditya.

BATAM KOTA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam naik signifikan setelah Pemko menerapkan sistem pajak online.Wajib pajak yang sudah menggunakan sistem ini mengalami peningkatan pajak hingga lima kali lipat, dibanding ketika masih mengunakan cara manual.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengatakan, saat ini baru terpasang 60 unit alat pajak online. Dimana 50 alat dari Bank Riau Kepri dan 10 dari Bank BJB. “Rencana bulan depan ada tambahan 50 unit lagi dari Bank BJB,” ujarnya, Kamis (18/5).

Dengan adanya sistem online ini memberikan hasil signifikan dalam peningkatan PAD. Dia mengungkapkan, dari beberapa wajib pajak yang sudah dipasang beberapa di antaranya ada peningkatan dibandingkan saat manual. “Kami sudah pasang di empat sektor. Parkir, hotel, restoran dan hiburan,” kata Azmansyah.

Kepala Seksi Pemeriksaan BP2RD Januar Arka mengatakan, sejauh ini dari empat sektor wajib pajak yang sudah di pasang ada beberapa yang mengalami peningkatan terutama, di sektor restoran. “Ada yang 4-5 kali lipat,” kata Januar.

Penerapan sistem online ini semua transaksi terekam langsung oleh alat yang ada dan langsung bisa diketahui BP2RD, sehingga wajib pajak saat ini tak bisa mengubah data yang masuk. “Semua transaksi terkirim ke kami sekarang,” ujarnya.

Untuk itu, ke depan sistem online yang tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu diharapkan akan semakin banyak alat yang tersedia. Dengan begitu semua wajib pajak bisa dipasang sistem online ini. “Tergantung penyediaan alat,” katanya.

Jika alat sudah tersedia, maka mau tidak mau wajib pajak harus dipasang alat untuk sistem online ini. Meski demikian, saat ini masih ada beberapa kendala yang dialami seperti masih banyaknya yang belum menerapkan pendataan sistem komputer. “Masih ada yang nyatat dengan buku,” kata Januar.

Untuk itu, BP2RD terus menghimbau wajib pajak untuk menggunakan sistem komputer sebagai pendukung penerapan pajak online. Selain kendala ini, juga masih banyaknya wajib pajak yang menolak saat hendak dipasang.

Guna mempertegas regulasi yang ada, pihaknya akan merevisi Perwako tentang penerapan pajak online ini. Saat ini bagi wajib pajak yang menolak hanya diberikan sanksi dalam bentuk audit dari BP2RD. Ke depan, sanksi tegas dari Pemko akan dipertimbangkan izin usaha yang ada. “Draftnya sudah ada, tinggal diajukan ke pimpinan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemko Batam mengandalkan empat sektor pajak untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Pembayaran diterapkan secara online untuk usaha hotel, restoran, tempat hiburan dan pengelola parkir.

Azmansyah mengatakan, empat jenis pajak daerah tersebut dijadikan sebagai percontohan karena berpengaruh besar pada PAD. Selain itu, dari segi infrastruktur, usaha di empat bidang ini jauh lebih siap untuk penerapan pajak online.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan APBD Batam hingga 2021 mencapai Rp4 triliun. Saat ini masih diangka sekitar Rp2,4 triliun. Segala upaya terus ditingkatan, khusunya memaksimalkan PAD.

Dia menambahkan, sumber keuangan pemerintah daerah hanya ada dua sektor, yakni sumber daya alam dan pajak. Namun Kota Batam tidak memiliki sumber daya alam. Karena itu, pajak maupun retribusi akan terus digenjot. “Mudah-mudahan, lima tahun kepemimpinan saya dapat tecapai Rp4 triliun,” kata Rudi, belum lama ini.

fadhil/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com