SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penerbangan Langsung Batam-Dongsheng Dibuka, Hari Ini Perdana

  • Reporter:
  • Jumat, 7 September 2018 | 09:03
  • Dibaca : 444 kali
Penerbangan Langsung Batam-Dongsheng Dibuka, Hari Ini Perdana
Petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Internasional Hang Nadim berkomunikasi dengan pilot Citilink sebelum terbang, Rabu (5/9). /AHMAD ROHMADI

BATAM – Penerbangan Batam-Dongsheng, China, dibuka empat kali pulang-pergi di bulan ini. Rute ini masih dalam bentuk carter, mengangkut wisatawan.

Penerbangan dari Batam yakni pada tanggal 7, 14, 21 dan 28 September setiap pukul 13.05 WIB. Sebaliknya dari Dongsheng yakni tanggal 8, 15, 22 dan 29 September yang berangkat pukul 17.05. Pesawat yang digunakan adalah tipe Airbuss A-320 dengan kapasitas 320 tempat duduk.

“Ini sesuai surat yang diterima dari maskapai Citilink,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis, (6/9/2018).

Dijelaskannya bahwa penerbangan langsung ke negara lain di kawasan Asia dari dan ke Batam ini sebelumnya sudah pernah dilakukan pada awal 2018 yang lalu. Dimana pada waktu itu ada rute langsung dengan carter ke Incheon, Korea dan dan ke China. “Rute yang juga carter itu mengangkut ratusan penumpang untuk berwisata ke kawasan Kepri,” ujarnya.

Sementara itu untuk rencana penerbangan langsung dari Batam ke Seoul, Korea Selatan. Menurut Suwarso hingga saat ini belum ada kejelasan, meski pada sebelumnya Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelola Bandara Hang Nadim dengan pihak Seoul sudah ditargetkan. “Pembicaraan lanjutan akan dilaksanakan pada September 2018 ini, namun pada Minggu pertama ini ke negara lain juga belum,”ujarnya.

Menurutnya, Bandara Hang Nadim menyambut baik peberbangan carter Citilink ini. Pihaknya berharap dengan schedule charter ke depannya dapat diperpanjang. “Mudah mudahan ke depannya dapat jadi penerbangan schedule,” ujarnya.

Target Kemenpar

Kementerian Pariwisata fokus melakukan tiga program terobosan untuk mengejar target 17 juta wisatawan mancanegara tahun ini. Program tersebut yaitu insentif kepada airlines/wholesaler, Hot Deals Visit Wonderful Indonesia, dan Competing Destination Model (CDM).

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, untuk mencapai target 17 juta wisman pada tahun ini, pariwisata harus didorong agar tumbuh hingga mencapai 21 persen. Dari capaian kunjungan wisman tahun 2017 sebesar 14,04 persen. Target pertumbuhan 21 persen menurut dia jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional Asean 7 persen dan dunia 6,4 persen.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan strategi marketing khusus. Inilah yang sering disampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bahwa hasil yang luar biasa, tidak bisa dicapai dengan cara-cara biasa,” kata Guntur, di Batam, belum lama ini.

Guntur menjelaskan program marketing khusus untuk mencapai 17 juta wisman harus melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder). Yaitu kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerja sama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional.

Saat ini Kemenpar telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 15 airlines dan 8 wholesaler. Pada Rakornas di Jakarta lalu kerja sama itu dituangkan dalam bentuk 16 LoI, 2 MoU, dan 5 MoIA. Dalam program ini komitmen dari airlines dan wholesaler akan menghasilkan proyeksi sebesar 730.669 pax wisman pada periode Agustus–Desember 2018.

“Seperti diketahui, 75 persen wisman ke Indonesia melalui konektivitas udara (airlines) baik regular maupun chartered flight,” katanya.

Selain itu pola pembelian paket wisata ke Indonesia dilakukan melalui wholesaler dan retailers. Pada pasar-pasar tertentu, pembelian paket wisata melalui wholesaler sangat dominan, sehingga meningkatkan kerjasama promosi terpadu pada kedua mitra (airlines dan wholesaler) merupakan hal yang sangat strategis.

“Melalui kerjasama ini dilakukan promosi terpadu dilaksanakan bersama-sama dalam bentuk sales mission, trade show, festival, Fam Trip, publikasi dan pemberian insentif,” katanya.

Sedangkan program Visit Wonderful Indonesia-Hot Deals merupakan upaya mengoptimalkan kapasitas yang menganggur atau optimizing idle capacity. Hotl Deals dilaksanakan untuk mengoptimalkan kapasitas yang tidak terpakai (idle capacity). Menurut dia, ketika idle capacity pada faktor 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) digabungkan dan dimanfaatkan dalam sebuah platform maka akan tersedia layanan wisman yang mudah dan murah.

Sehingga menjadi hal yang attractive dan competitive dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Program Hot Deals ini dilakukan di tiga pintu utama bagi kunjungan wisman yaitu Great Bali yang memberikan kontribusi wisman sebesar 40 persen, Great Jakarta 30 persen, dan Great Kepri 20 persen. Dengan paket Hot Deals diharapkan dapat mengejar target kunjungan wisman sebesar 2,5 juta di tahun 2018.

“Untuk menangani masing-masing paket Hot Deals telah ditunjuk Organizing Committee (OC) untuk mengelola termasuk melakukan monitoring dan evaluasi,” katanya.

Paket Hot Deals Kepri ditargetkan dapat menggaet 500.000 wisman. Faktor Aksesibilitas pada Paket Hot Deals Kepri menggunakan moda transportasi Ferry, sementara paket Hot Deals Bali dan Jakarta dengan target masing-masing 1 juta harus dilengkapi dengan faktor Aksesibilitas yaitu airlines. Paket Hot Deals dipromosikan melalui sales meeting, consumer selling, penjualan tiket pada counter-counter di pelabuhan, dan promosi pada media cetak, elektronik, dan online

Kemudian untuk program CDM, sebagai customer acquisition atau mengakuisisi pelanggan dengan metode yang dilakukan penyedia platform data driven marketing dalam mengarahkan calon wisatawan mancanegara yang sudah memiliki tujuan wisata ke destinasi tertentu. Dengan CDM memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online.

“Atau trofiling dan segmentasi data travellers. Kita menargetkan travellers dengan kampanye iklan yang customized dan targeted,” ujarnya.

dicky sigit rakasiwi/ ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com