SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penertiban di Sei Lakam Pedagang Tanpa Perlawanan

Penertiban di Sei Lakam Pedagang Tanpa Perlawanan
Anggota Satpol PP memindahkan bekas lapak pedagang dalam penertiban pasar liar di Jalan Haji Arab, Senin (27/3).ricky robiansyah

KARIMUN – Tim gabungan menertibkan pedagang pasar dadakan Jalan Haji Arab Kelurahan Sei Lakam Timur, Senin (27/3). Meski sempat protes, para pedagang tak berdaya dan pasrah barang dagangan serta lapak mereka diangkut paksa petugas Satpol PP.

Kasatpol PP AKBP TA Rahman mengatakan, pihaknya menurunkan 70 personel tim gabungan bentukan Pemkab. Penertiban pedagang, kata dia, telah melalui beberapa tahapan. Mulai sosialisasi, teguran pertama, kedua dan ketiga. Dalam teguran ketiga pihaknya menyampaikan jadwal penertiban dan mengimbau pedagang mengemasi barang dagangan.

“Hingga hari ini (Senin) masih tidak dipedulikan, maka kita lakukan penertiban terhadap barang- barang pedagang tersebut dan diamankan di markas Sapol PP,” ujar Rahman ditemui di lokasi penertiban.

Dia mengatakan, para pedagang dapat mematuhi aturan, yakni tidak diperbolehkan berjualan di badan jalan, karena dapat menganggu lalu lintas pengendara.

“Terhadap pedagang, kita akan koordinasi bersama Disperindag dan Perusda untuk langkah selanjutnya. Bagi pedagang yang sudah mempunyai lapak dapat berjualan kembali di Pasar Maimun, sedangkan yang belum kita minta Perusda mendata mereka,” katanya.

Rahman mengatakan, apabila pedagang kembali berjualan di Jalan Hajai Arab, maka pihaknya akan langsung menertibkan tanpa surat teguran lagi.

“Kita lakukan patroli setiap hari di sini, apabila masih ada yang membandel untuk berjualan maka kita langsung tertibkan,” tegasnya.

Sementara itu, para pedagang tidak mempermasalahkan penertiban tersebut. Pedagang hanya meminta pemerintah memberikan solusi.

“Kami tidak semuanya punya lapak di Pasar Puan Maimun, pemerintah daerah harus mempunyai solusi masalah ini. Kami mencari makan dari berdagang,” ujar Saiful, salah seorang pedagang yang lapaknya ikut ditertibkan.

Menurut dia, Pasar Puan Maimun sebenarnya banyak lapak kosong namun dijadikan pedagang sebagai tempat meletakkan barang jualan. Perusda, kata dia, harus bisa bersikap adil kepada pedagang yang tidak pernah mendapat lapak di Pasar Puan Maimun.

“Kalau ada lapak, kami tidak permasalahkan penertiban, tapi dengan begini kami mau cari makan di mana,” keluhnya.

Di lain pihak, sejumlah warga menyesalkan penertiban tersebut. Menurut warga, keberadaan pasar di Jalan Haji Arab sangat membantu masyarakat setempat untuk berbelanja. Karena tidak harus pergi jauh untuk membeli kebutuhan pokok.

“Saya kaget karena ada penertiban. Kita terbantu dengan adanya pasar ini karena setelah pulang kerja, bisa berbelanja di sini,” ujar warga setempat, Khairani.

Dia meminta pemerintah memberikan solusi setelah adanya penertiban ini, agar nantinya masyarakat juga terbantu dan dipermudah dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Setelah ditertibkan ini, kita tidak tahu bagaimana lagi untuk berbelanja sore hari. Pemerintah daerah harus mempunyai solusi,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com