SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengakuan Messi

  • Reporter:
  • Jumat, 23 Maret 2018 | 16:39
  • Dibaca : 330 kali
Pengakuan Messi

MANCHESTER– Harga kesuksesan memang mahal, seperti yang dialami megabintang Barcelona dan Argentina Lionel Messi. Pengorbanan besarnya pada masa lalu terbayar lunas dengan deret gelar di lemari juaranya.

Messi melalui jalan berliku dalam membangun karier sepak bolanya. Kondisi fisik yang kurang ideal karena kelainan hormon bahkan memaksanya menempuh berbagai cara, salah satunya suntik hormon. Telah banyak cerita yang beredar, tapi dalam sebuah wawancara barubaru ini Messi secara gamblang menceritakan pengalamannya.

Pemain bernomor 10 tersebut mengungkapkan bahwa dia telah merasakan tajamnya jarum suntik sejak belia. ”Awalnya orang tua saya memberikan suntikan ketika saya berusia delapan tahun. Itu merupakan sesuatu yang saya lakukan rutin dan melakukannya dengan normal,” kata Messi, dilansir thesunmemulai cerita.

Kemudian dia belajar. Pada usia 12 tahun dia melakukannya sendiri. Dia menyuntik kaki satu kali setiap malam. Semua itu dianggap bukan sebuah pengalaman menyenangkan. Messi mengungkapkan orang tuanya merogoh kocek senilai 1,069 poundsterling sampai klubnya, Newell’s Old Boys, menawarkan membayarkan biaya perawatannya.

Situasi semakin membaik ketika Messi sekeluarga pindah ke Barcelona pada 2001. Setelah resmi bergabung di usia 13 tahun, klub Katalan menanggung seluruh kebutuhan medis Messi hingga perawatan hormonnya tuntas di usia 14 tahun. Namun, bukan berarti permasalahan selesai.

Messi harus menerima kenyataan tinggal di Barca tanpa saudara-saudara terdekatnya. Meski bisa beradaptasi dengan cepat, tidak untuk urusan keluarga. ”Saudara-saudara saya kembali ke Argentina. Saya tinggal bersama ayah dan dia mengatakan apa yang harus kami lakukan? Saya mengatakan kepadanya, saya ingin tinggal,” ujarnya.

Toh, pengorbanan Messi berbuah manis. Kini pemain kelahiran Rosario, Argentina, tersebut telah menjelma sebagai salah satu pemain terbaik sejagat. Berbagai torehan bergengsi di level individu maupun tim sukses diraihnya bersama Barca.

Meski begitu, hal itu tidak berbanding lurus dengan cerita di tim nasional Argentina. Menjuarai Piala U-20 (2005) dan emas Olimpiade (2008), Messi harus puas menjadi runne- uppada Piala Dunia 2014. Kekecewaan bahkan sempat membuatnya memutuskan pensiun, kendati kembali lagi ke tim nasional.

Kini Messi bertekad membawa Argentina juara pada Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia. Saat ini dia berada di Manchester, Inggris, bergabung bersama rekan-rekan setimnya dalam persiapan jelang dua laga uji coba La Albicelestekontra Italia, Jumat (23/3), dan Spanyol, Selasa (27/3).

Kehadiran Messi sangat dibutuhkan Argentina. Pelatih Jorge Sampaoli bahkan siap menguji ketajaman lini depannya pada laga melawan Italia sehingga timnya bakal lebih siap kala berusia Spanyol. ”Dalam persiapan menuju Piala Dunia, setiap pertandingan dan sesi latihan selalu fundamental.

Melawan Italia di Stadion Etihad tentu menjanjikan sesuatu yang menarik. Setiap orang Argentina di dunia ingin berada di sana ketika tim nasional bermain. Kami yakin mendapatkan dukungan besar dari mereka,” tutur Sampaoli.

alimansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com