SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penganiaya Bidan Diduga Seorang Dokter

  • Reporter:
  • Rabu, 17 Oktober 2018 | 12:12
  • Dibaca : 845 kali
Penganiaya Bidan Diduga Seorang Dokter
ilustrasi

PINANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menaikkan status laporan penganiayaan yang dialami bidan berinisial WA dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dalam kasus ini sebagai terduga pelaku adalah seorang dokter berinisial Y yang berpraktek di Klinik Al Rasha Health dan Care Center, Kilometer 9, Tanjungpinang Timur.

“Kasusnya sudah sidik (penyidikan). Tapi, untuk terduga pelaku masih lidik (penyelidikan) belum dimintai keterangannya,” kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno saat ditemui di kantor Satreskrim Mapolres Tanjungpinang, Selasa (16/10).

Dwihatmoko atau yang akrab disapa Moko mengatakan, sejauh ini sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan terkait penganiayaan bidan tersebut. Saksi yang diperiksa masih orang-orang terdekat korban. Dia menuturkan, penyidik terus mendalami kasusnya untuk mengungkap penganiayaan tersebut.

“Saksi sudah lima yang diperiksa. Terduga pelakunya belum diperiksa,” kata Moko.

Dia menjelaskan, korban mengalami kesakitan setelah pulang kerja dari klinik pada Rabu (10/10) pekan lalu. Korban mengalami sakit setelah mendapat suntikan di sekujur tubuhnya. Tak hanya itu, sebagian tubuh korban megalami memar setelah berinteraksi dengan terduga pelaku. Diduga saat dianiaya, korban tak sadarkan diri akibat suntikan yang diberikan pelaku.

“Setelah pulang kerja korban sempat istrihat, habis itu tubuh-tubuhnya memar dan melihat banyak bekas suntikan. Bekas suntikan dan memar diduga disebabkan saat berinteraksi dengan dokter terduga pelaku,” kata dia.

Moko menyebut, terduga pelaku merupakan seorang dokter yang dinas di kilinik tersebut. Disinggung terkait hasil visum korban, Moko mengaku sampai kini belum menerima hasilnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana mengaku terkejut atas informasi terkait penusukan (suntik) yang dialami salah seorang bidan yang bertugas di salah satu klinik di Tanjungpinang. Tjetjep semakin terkejut ketika ada dugaan pelakunya seorang dokter.

“Jika terbukti bersalah dokter itu pasti ada pidananya. Apalagi nanti jika dokter itu merupakan PNS akan ada sanksi tegasnya,” kata Cecep dengan luapan emosi.

Bagaimanapun semua dokter yang bertugas di Kepri ini masih berada di dalam naungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. Tjetjep mengatakan akan menelusuri lebih dalam terkait informasi yang didapatinya itu.

“Kita akan telusuri dulu informasi kejadian itu,” kata dia.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com