SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengawasan Cukai di Anambas Masih Longgar

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Maret 2017 | 09:37
  • Dibaca : 500 kali
Pengawasan Cukai di Anambas Masih Longgar
ilustrasi

ANAMBAS – Produk rokok kiriman dari kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam masih beredar di Kabupaten Anambas karena pengawasan cukai masih longgar.

Kepala Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Tarempa, Susetia menuturkan pihaknya kerepotan menegah masuknya rokok bebas cukai itu masuk kawasan nonpabean seperti Anambas belum lagi kabupaten ini terdiri dari pulau-pulau. “Repot mengawasi. Kami akan lebih menggali informasi daripada memantau peredaran. Ketika informasi akurat sesuai dengan di lapangan baru akan kami tindak,” ujar dia, kemarin.

Susetia beralasan, pihaknya bakal lebih menekankan sosialisasi soal larangan rokok free trade sone (FTZ) ketimbang penindakan karena di satu sisi pedagang belum memahami aturan pabean. Pedagang disebut tidak mengetahui larangan rokok tanpa cukai masuk ke Anambas yang notabene kawasan nonpabean.

Sedangkan setiap operasi pasar yang dilancarkan Bea dan Cukai, pedagang lebih dulu menyembunyikan rokok FTZ sehingga penyisiran malah gagal total. Susetia mengaku kewalahan setiap menggelar penggeledahan ke toko-toko, terlebih kebanyakan pedagang terkesan tidak peduli dengan aturan pabean. Tapi operasi pasar bakal tetap digelar demi menekan peredaran rokok FTZ. “Setiap operasi pasar, aparat dan pedagang seperti kucing-kucingan,” sebut Susetia.

Sementara langkah penindakan butuh persiapan terutama koordinasi dengan aparat pabean di Tanjungpinang dan Batam. Susetia juga menyatakan, pihaknya sudah mengajukan desain pita cukai yang baru sebagai salah satu solusi mencegah masuknya rokok ilegal itu ke Anambas.

Solusi lain dengan sinergi bersama antara Bea dan Cukai Tanjungpinang dan Batam. Pasalnya, dua daerah itu diduga sebagai pengirim rokok FTZ ke Anambas.

Susetia memastikan bagi yang kedapatan sengaja mengedarkan rokok tanpa cukai, bisa dikenakan sanski administrasi berupa denda, dan diancam tindakan pidana. Peredaran rokok tanpa cukai merugikan negara karena tidak membayar cukai tembakau.

“Jika memang ada yang sengaja maka akan kami tindak,” kata Susetia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com