SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengelolaan Pelabuhan Batam Centre Ditender Ulang

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Juli 2019 | 15:19
  • Dibaca : 168 kali
Pengelolaan Pelabuhan Batam Centre Ditender Ulang
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, beberapa waktu lalu. BP Batam berencana melakukan tender ulang pengelolaan Pelabuhan Internasional Batam Centre yang akan berakhir pada 2024 mendatang.

BATAM KOTA – Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana melakukan tender ulang untuk pengelolaan Pelabuhan Internasional Batam Centre. Kontrak dengan PT Synergy Tharada yang saat ini mengelola pelabuhan tersebut akan berakhir pada 2024, namun tahapan tender akan dimulai awal tahun 2021 mendatang.

Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam BP Batam, Nasrul Amri Latif mengatakan, saat ini memang banyak yang minat ingin mengelola pelabuhan yang terletak di depan Mega Mall tersebut. Secara aturan yang ada, pihaknya memang akan melakukan tender secara terbuka menjelang akhir kontrak dengan PT Synergy Tharada.

“Kontraknya 20 tahun, tahun 2024 PT Synergy Tharada habis. Jadi nanti akan ditender secara terbuka,” ujarnya, Selasa (2/7).

Dijelaskannya, perusahaan manapun dipersilahkan mengikuti proses tender tersebut, sepanjang sesuai dengan syarat dan ketentuan. Karena itu bisa saja nantinya pemenang tendernya tetap PT Synergy Tharada jika ikut kembali, atau bisa juga perusahaan baru. Tergantung nanti bagaimana berjalannya proses tender.

Rencananya kontrak ke depan jangka waktunya juga selama 20 tahun, hanya saja saat ini pihaknya mengaku belum membahas secara detail mekanisme. Namun, yang diharapkan adalah siapapun perusahaan yang memenangkan tender ke depan tentunya diharapkan bisa mengelola pelabuhan Internasional Batam Centre lebih baik dari saat ini.

“Harapan kami tentunya pengelolaannya lebih baik lagi, termasuk juga pelayanan dan fasilitas di sana. Sehingga masyarakat atau wisatawan mancanegara nyaman dan aman saat keluar masuk ke Batam melalui pelabuhan,” katanya.

Terkait pemindahan pelabuhan karena terjadi pendangkalan alur, Nasrul menegaskan pihaknya belum ada merencanakan hal tersebut. Meskipun tidak dibantahnya bahwa saat ini jalur kapal feri di pelabuhan Internasional Batam Centre terjadi pendangkalan yang diakibatkan karena adanya aktivitas reklamasi di sekitar pelabuhan.

Nasrul mengatakan, pegamatan sejauh ini alur yang mengalami pendangalan tersebut masih bisa untuk dilintasi kapal feri. Karene kedalaman sekitar 3 atau 4 meter sudah bisa digunakan untuk jalur feri penumpang.

“Memang ada sedikit pendangkalan, tapi kan untuk kapal penumpang berbeda dengan kapal barang seperti di Batuampar sana. Kalau di Batam Centre ini tidak perlu dalam-dalam sudah bisa digunakan,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa BP Batam tidak akan memberikan izin jika ada pihak yang mengajukan membuka pelabuhan internasional lagi di kawasan Batam Centre. Karena saat ini ada beberapa perusahaan swasta yang ingin membuka pelabuhan baru yang tak jauh dari pelabuhan Internasional Batam Centre.

“Kalau kita izinkan sama saja bunuh diri. Jadi kami memang tidak sepakat jika ada perusahaan yang ingin membangun pelabuhan baru di sekitar pelabuhan Internasional Batam Centre,” jelasnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com