SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penggelapan Aset Taindo Citratama, Jaksa Tuntut Komisaris 2,6 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Jumat, 15 November 2019 | 15:44
  • Dibaca : 115 kali
Penggelapan Aset Taindo Citratama, Jaksa Tuntut Komisaris 2,6 Tahun Penjara
Tahir Ferdian usai menjalani persidangan di PN Batam, Kamis (14/11). F IST

BATAM – Terdakwa kasus dugaan penggelapan aset PT Taindo Citratama, Tahir Ferdian, dituntut hukuman penjara 2,6 tahun. Perusahaan ditaksir merugi Rp25,7 miliar dari aksi Tahir yang juga selaku komisaris.

Dalam sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmalina menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 2,6 tahun sebagaimana dakwaan alternatif kedua JPU.

Tuntutan tersebut didasarkan pada pasal 372 KUH Pidana tentang penggelapan. “Sehingga dengan kata lain tidak ditemukan adanya alasan pembenar maupun pemaaf yang dapat menghapuskan kesalahan terdakwa setelah semua unsur dapat dibuktikan,” ujar JPU Rosmalina, Kamis (14/11) siang.

Unsur kedua, lanjut Rosmalina, yakni dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. Terdakwa selaku jabatannya sebagai komisaris tanpa melalui RUPS PT Taindo Citratama, juga memberikan kuasa kepada saksi William yang ditandatangani pada 15 April 2016 oleh terdakwa.

Untuk urusan tersebut di atas, penerima kuasa William berhak untuk menawarkan tanah dan bangunan kepada siapapun. Singkatnya melakukan apapun juga yang dianggap baik dan perlu oleh penerima kuasa guna tercapai maksud tersebut di atas, tidak ada suatu tindakan apapun yang dikecualikan.

“Akan tetapi dengan ketentuan penjualan di atas tersebut, akan dilakukan oleh pemberi kuasa. Dan pemberi kuasa dengan ini menyatakan tidak akan menjual tersebut kepada pihak lain daripada pihak yang telah disetujui oleh penerima kuasa,” jelasnya.

Atas pertimbangan itulah JPU menuntut terdakwa Tahir Ferdian terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam pasal 372 KUH Pidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tahir Ferdian dengan pidana penjara selama 2,6 tahun. Menyatakan barang bukti terlampir dalam surat tuntutan serta menetapkan terdakwa dibebankan membayar biaya perkara persidangan,” ujar JPU Rosmalina membacakan tuntutan terhadap terdakwa Tahir Ferdian.

Sementara untuk penggelapan dalam jabatan pasal 374 KUH Pidana yang didakwakan ke terdakwa sebagai dakwaan alternatif tidak terbukti. Atas tuntutan tersebut, terdakwa Tahir melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan pada persidangan berikutnya.

Tahir memiliki saham sebesar 50 persen di perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang plastik di Sekupang Batam.

Diduga tanpa RUPS, Tahir menjual aset berupa lahan, bangunan dan peralatan produksi. Sehingga PT Taindo Citratama diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp25,7 miliar. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com