SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengguna Aktif Telegram Kini Tembus 200 Juta

  • Reporter:
  • Rabu, 4 April 2018 | 16:07
  • Dibaca : 162 kali
Pengguna Aktif Telegram Kini Tembus 200 Juta

SAAT ini Pavel Durov memang sedang menikmati masa keemas annya. Betapa tidak, aplikasi chatting Telegram diklaim telah memiliki 200 juta pengguna aktif.

Dalam blog resmi perusahaan, Durov mengata kan bahwa pencapaian tersebut dilakukan tanpa promosi alias organik. Dia juga mengapresiasi seluruh pengguna Telegram atas pencapaian terse but. Dalam pernyataannya, Du rov secara tidak langsung juga menyindir Facebook terkait kasus kebo coran data pengguna yang diguna kan konsultan politik Trump dalam pemilihan Presiden AS pada 2016. “Kami tidak memiliki stakeholder maupun pengiklan. Kami juga tidak berkepentingan dengan para pemasar. Mereka yang berupaya menggali data pelanggan, bahkan lembaga pemerintah,” ungkap Durov.

“Sejak pertama diluncurkan, Telegram tidak pernah membagikan data sedikit pun kepada pihak ketiga,” tambahnya. Telegram dikenal sebagai aplikasi internet messaging yang sangat ketat dalam hal privasi data. Mereka sangat menjaga kerahasiaan pengguna. Sampai-sampai, diduga teroris menggunakan Telegram sebagai alat komunikasi, bahkan penyebar propaganda. Telegram adalah salah satu jejaring sosial yang fokus pada fitur enkripsi end-to-end . Maksudnya, dengan fitur enkripsi ini, sangat sulit mencegat pesan dari pengirim atau penerima. Keunikan ini yang membuat Telegram dapat mengantongi 200 juta pengguna aktif tanpa harus diperkenalkan melalui iklan.

“Kami tidak menganggap Telegram sebagai organisasi atau aplikasi. Telegram adalah sebuah gagasan bahwa setiap orang memiliki hak untuk bebas,” tulis Durov. Angka 200 juta pengguna aktif memang masih inferior dibanding – kan WhatsApp yang kini memiliki 1 miliar pengguna aktif. Namun, angka tersebut sudah sangat besar dibanding aplikasi sejenis. Di Indo – nesia, Telegram banyak digunakan anak muda karena memiliki fitur permainan di dalamnya. Mulanya Telegram dirancang se – ba gai bentuk kritik kepada Pemerin – tahan Rusia, di mana Telegram menjadi jalur komunikasi aman yang tidak dapat ditembus Badan Intelijen Rusia.

Danang

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com