SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengurangan Kuota Premium Rugikan Masyarakat Batam

  • Reporter:
  • Senin, 22 Mei 2017 | 12:45
  • Dibaca : 559 kali
Pengurangan Kuota Premium Rugikan Masyarakat Batam
Petugas SPBU di Batam Centre melayani konsumen yang membeli premium. Foto Teguh Prihatna.

BATUAMPAR – Pertamina wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengurangi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam.

Pengawas SPBU Jodoh, Yuli mengatakan, tahun lalu pihaknya mendapatkan kuota premium sebanyak 20 kiloliter per hari. Kemudian dikurangi menjadi 16 kiloliter hingga 10 kiloliter. “Nah sekarang kuota yang diberikan sekitar delapan sampai 10 kiloliter per hari. Tidak tahu apa penyebabnya,” ujarnya kepada KORAN SINDO BATAM, Minggu (21/5).

Alhasil sebagian masyarakat telah beralih menggunakan BBM jenis pertalite. Biasanya penyaluran pertalite dilakukan lima hari sekali, tapi sekarang setiap hari. “Kalau premium masih setiap hari datang. Tapi cuma sedikit saja,” katanya.

Ketua DPRD Kota Batam Nuyanto mengatakan, telah mendengar kebijakan Pertamina mengurangi kuota premium di Batam. Menurut dia, pengurangan itu sangat merugikan masyarakat dan tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

“Sekarang yang ditanyakan, apakah masyarakat mampu kalau langsung dihilangkan. Ini seperti menggunakan kekuasaan untuk membuat kebijakan,” kata Nuryanto.

DPRD Kota Batam akan memanggil Pertamina Wilayah Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait pengurangan kuota tersebut. “Akan segera kami disposisikan dengan komisi terkait untuk menindaklanjuti ini,” ujarnya.

Area Manager Communication and Relations Pertamina Sumbagut, Fitri Erika mengatakan, penyaluran premium ke Batam masih normal dan tidak ada pengurangan kuota. “Pertamina masih tetap menyalurkan premium. Penyaluran premium di Kepri 800 kiloliter per hari. Untuk Batam 350 kiloliter dan pertalite 200 kiloliter per hari,” ujarnya.

Pertamina tidak ada rencana melakukan pengurangan BBM jenis premiun untuk kota Batam. Menurut dia, hingga sejauh ini baik dari pemerintah pusat, tidak ada rencana akan melakukan pengurangan premiun di Kota Batam.

Erika menambahkan, tren konsumsi premium yang cenderung meningkat pada awal tahun 2017 sehingga menimbulkan kesan pengurangan pasokan. “Penyaluran premium tetap berlangsung normal dan stok tersedia dalam jumlah yang cukup,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com