SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengurusan Izin Praktik Dokter Bertele-tele

  • Reporter:
  • Rabu, 9 Oktober 2019 | 12:15
  • Dibaca : 67 kali
Pengurusan Izin Praktik Dokter Bertele-tele
ilustrasi

BATAMKOTA – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Provinsi Kepri mengeluhkan lambatnya proses penerbitan Surat Izin Praktek (SIP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) melalui layanan One Single Submission (OSS).

“Harusnya dengan OSS ini, justru perizinan lebih cepat dan tidak bertele-tele. Harusnya sangat mudah,” kata Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Provinsi Kepri, Ibrahim di DPRD Batam, Selasa (8/10).

Ia mengaku menerima banyak aduan dari dokter yang akan membuka praktiknya. Pihaknya juga sudah berulang kali diminta masukkan akun dan verifikasi dalam layanan online pengurusan SIP.

“Kami sudah coba masukkan, diminta masukan email. Setelah itu diminta verifikasi dan minta masukkan NIK. Setelah masukkan NIK, rupanya NIK sudah pernah digunakan,” katanya.

Menurut dia, sulitnya pengurusan SIP dokter ini akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sementara jika tidak memiliki izin praktik, setiap dokter akan dikenakan denda sekitar Rp100 juta.

“Dan nantinya BPJS Kesehatan juga tidak akan membayar klaim jika tidak ada SIP ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, lambatnya penerbitan SIP dokter karena adanya verifikasi yang dilakukan oleh Dinkes Kota Batam sebelum menerbitkan rekomendasi.

“Kalau sebelumnya itu, tanpa diminta pun kami langsung keluarkan rekomendasi bagi dokter yang akan praktik. Sekarang harus di PTSP,” kata Didi.

Saat ini, katanya, banyak dokter yang mengajukan SIP tetapi belum memiliki fasilitas praktik yang memadai seperti, ruang praktek, ruang tunggu dan lainnya. Pihaknya harus memastikan terlebih dahulu setiap fasilitas praktek tersedia dengan baik sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Mungkin hanya keterlambatan di sistem saja. Kami juga sudah bicarakan dengan IDI (ikatan dokter indonesia). Tidak ada pungutan satu rupiah pun dalam pengurusan surat praktik ini,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com