SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengusaha Asing Keluhkan Tarif Peti Kemas Singapura-Batam Kemahalan

  • Reporter:
  • Rabu, 24 Mei 2017 | 13:53
  • Dibaca : 770 kali
Pengusaha Asing Keluhkan Tarif Peti Kemas Singapura-Batam Kemahalan
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar Batam. Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Sejumlah pengusaha yang bergabung dalam Africa South East Asia Chamber of Commerce (ASEACC) mengeluhkan mahalnya biaya logistik angkutan laut dari Batam-Singapura-Batam.

Keluhan ini diungkap delegasi bisnis Singapore Business Federation (SBF) kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, Jumat (19/5) lalu. Kalangan pengusaha ini menyebut biaya pengiriman logistik dari Singapura ke Batam lebih dari USD500 per kontainer.

Bahkan tarif pengiriman logistik dari negara-negara mitra seperti China, Korea Selatan dan Jepang ke Singapura jauh lebih murah dibanding Singapura-Batam. Singapura memberlakukan tarif angkut per kontainer sekitar USD200.

“Masalah tarif Singapura-Batam menjadi perhatian kami karena sudah sering dikeluhkan,” ungkap Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Gusmardi Bustami, kemarin.

Menurut dia, terlepas tarif yang lebih murah, kapal logistik yang ke Singapura tidak bisa langsung membawa barang ke Pelabuhan Bebas Batam karena alur laut yang dangkal. Sedangkan Singapura saat ini bisa disandari kapal kapasitas 30 ribu kontainer.

Kemampuan pelabuhan menampung kapal ukuran besar juga menjadi komponen yang bisa membuat biaya pengiriman logistik ekspor dan impor makin murah.

“Itu sebabnya kenapa shiping cost Singapura ke Batam menjadi mahal. Karena kapal yang bisa bersandar kapasitasnya 100 kontainer saja,” katanya.

Persoalan biaya logistik Singapura-Batam-Singapura sudah masuk radar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sejak akhir tahun lalu. KPPU menduga ada praktik kartel yang melibatkan tujuh perusahaan Singapura.

Sementara Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KPD Batam Lukman Sungkar mengatakan pihaknya masih melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan permainan kartel peti kemas tujuan Batam-Singapura. Tujuh perusahaan shipping yang berdomisili di Singapura sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Tujuh perusahaan tersebut yakni Batamindo Shipping & Warehousing Pte Ltd, Winstar Shipping Pte Ltd, Agility Pte Ltd, Infiniti Marine Pte Ltd, PT Buana Logistik Mandiri Sukses, Megastar Shipping Pte Ltd, dan Bayswaster Shipping & Forwarding Pte Ltd.

“Dari yang kami panggil cuma satu yang tidak hadir, yaitu Bayswaster Shipping & Forwarding,” sebut Lukman.

Lukman mengungkapkan berdasarkan keterangan perusahaan-perusahan tersebut semuanya memberikan keterangan yang tidak jauh beda. Perusahaan mengklaim tarif mereka sudah murah dan sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan. Namun KPPU masih mendalami keterangan perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kami tidak bisa percaya begitu saja. Masih kami hitung-hitung dan yang jelas penyelidikan jalan terus,” ujar dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com