SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengusaha Ingin FTZ Dipertahankan

  • Reporter:
  • Jumat, 18 Agustus 2017 | 13:30
  • Dibaca : 319 kali
Pengusaha Ingin FTZ Dipertahankan
Ketua Apindo Kepri Cahya. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM – Rencana pemerintah menerapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam dinilai langkah mundur oleh pengusaha. Alasan mereka, Batam sudah mendapatkan fasilitas yang lebih memadai dengan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas atau free trade zone (FTZ).

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha (Apindo) Kepri Cahya, dari 11 daerah di Indonesia yang menerapkan KEK, belum ada satu pun yang berhasil. “Dan kami yakin, kalau Batam diterapkan KEK, nasibnya tak akan jauh berbeda,” katanya, Kamis (17/8).

Cahya menjelaskan, ekonomi Batam sudah terbukti pernah bagus dan terkenal di kancah nasional maupun internasional dengan status FTZ yang disandang sebelumnya. “Batam bisa seperti ini hari ini, juga karena FTZ. Maka jika hari ini pertumbuhan ekonomi terpuruk hanya 1,52 persen, itu salahnya bukan di FTZ,” katanya.

Melihat anatomi atau pemetaan kawasan Batam saat ini, lanjut Cahya, penerapan KEK sangat tidak memungkinkan dan akan menghabiskan dana yang besar. Itu jika ingin semua perusahaan masuk ke KEK. Karena saat ini, Apindo mencatat hanya 40 persen perusahaan yang berada di kawasan industri, 60 persen sisanya masih berada di luar kawasan industri. Kalangan pengusaha pernah menghitung biaya untuk pemindahan perusahaan-perusahaan tersebut ke KEK. Biayanya cukup mahal. “Butuh Rp20 triliun sampai Rp30 triliun. Siapa yang mau tanggung dana sebesar itu? Lagi pula, tidak mungkin pabrik-pabrik berhenti produksi untuk pindah-pindah, sesuatu yang mustahil,” ujarnya.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com