SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penjualan Properti Masih Stagnan

  • Reporter:
  • Kamis, 27 September 2018 | 15:07
  • Dibaca : 254 kali
Penjualan Properti Masih Stagnan
ilustrasi

BATAM KOTA – Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam Achyar Arfan mengatakan, penjualan properti di Batam belum memberikan dampak yang signifikan meski ekonomi mengalami pertumbuhan yang positif pada semester pertama 2018. REI Khusus Batam mencatat sampai saat ini penjualan propeti di Batam masih belum ada peningkatan.

“Termasuk untuk yang menengah ke atas, sampai sekarang ini masih slow. Tidak tahu juga kenapa, padahal tren industri sebenarnya membaik,” ujarnya di Batam Centre, Rabu (26/9).

Achyar menilai untuk daya beli bagi kelas menengah ke atas sebenarnya tidak ada masalah. Sebab kalau secara nasional sebenarnya mengalami peningkatan. Hanya saja untuk kelas ini memang memiliki kebebasan, karena kebanyakan hanya untuk investasi bukan untuk tempat tinggal.

“Jadi kalau mereka suka ya beli, karena uangnya itu ada. Jadi kalau untuk daya beli kami melihatnya sebenarnya tidak masalah,” katanya.

Sedangkan terkait dengan harga propeti, ia menjelaskan bahwa setiap tahun untuk harga properti di Batam memang mengalami kenaikan. REI mencatat rata-rata kenaikan sekitar lima persen. Tapi benefit atau kemudahan yang diberikan kepada konsumen juga berbeda.

Ia mencontohkan, dulu biasanya hanya segi legatias dan notaris, tapi untuk sekarang banyak pengembangan yang memberikan kemudahan lainnya dan juga tidak sedikit yang memberikan diskon atau jaminan lainnya. Sehingga kalau dihitung keuntungan sebenarnya tidak jauh berbeda.

“Saat ini kami berharap pemerintah bisa memberikan kemudahan bagi penanam modal asing (PMA). Karena potensinya besar, minat PMA ini ada. Tapi syaratnya masih terlalu sulit,” ujarnya.

Kemudian terkait hasil riset House Price Index (HPI) yang diluncurkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang menyebutkan bahwa Kepri menjadi provinsi dengan kenaikan harga perumahan tertinggi di Indonesia, Achyar mengaku perlu diskusi lebih dalam dengan BTN. Karena pihaknya perlu melihat lebih jauh riset yang dilakukan oleh bank tersebut.

“Kalau dari kami rata-rata itu tadi kenaikan itu sekitar 5 persen setiap tahun. Karena itu perlu diskusi untuk membedah hasil kajian BTN. Kami sudah koordinasi, mungkin dalam minggu-minggu ini,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, hasil riset Housing Finance Center (HTC) BTN bersama International Center for Applied Finance and Economics Institut Pertanian Bogor (InterCAFE IPB), HPI Nasional terus mengalami kenaikan. Per Juni 2018 Indeks Harga Properti Nasional tercatat mencapai 155,26.

“HPI secara nasional meningkat 7,23 persen dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22,” kata Maryono.

Berdasarkan olahan data BTN, tercatat Indeks Harga Rumah tipe kecil yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan HPI sebesar 143,97 dan 141,20. Hal ini menggambarkan bahwa permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas.

“Kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya.

Sementara empat provinsi yang berada di atas HPI nasional berturut-turut tercatat di Kepri dengan angka 215,43. Posisi kedua tertinggi adalah DKI Jakarta dengan indeks 189,2. Selanjutnya Jawa Timur dengan angka indeks 173,34 dan posisi ke empat, Banten dengan indeks 156,8. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com