SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pentingnya Mengantisipasi Perundungan dan Ujaran Kebencian di Lingkungan Sekolah

  • Reporter:
  • Rabu, 20 Maret 2019 | 18:24
  • Dibaca : 369 kali
Pentingnya Mengantisipasi Perundungan dan Ujaran Kebencian di Lingkungan Sekolah

TIDAK jarang kita mendengar bahkan menyaksikan tindakan perundungan (Bullying) ataupun ujaran kebencian (Hate Speech).Perundungan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain, sedangkan Ujaran kebencian adalah tindakan komunikasi yang dilakukan seseorang ataupun kelompok terhadap yang lain dalam bentuk provokasi atau hinaan dalam hal berbagai aspek.

Kedua perilaku ini sudah sangat jelas menyimpang dari salah satu sila dasar Negara Republik Indonesia, yaitu sila ke-5 yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Akibat dari perundungan dan ujaran kebencian akan menjadikan suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan social atau fisik.

Perundungan dan ujaran kebencian dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja, karena itu kami, mahasiswa Universitas Internasional Batam melakukan kegiatan observasi ke SMAN 14 Batam yang berlokasi di Batu Ampar, untuk menginvestigasi kasus penyimpangan nilai pancasila yang terjadi di kalangan pelajar.

Pelaksanaan investigasi ini kami lakukan dengan beberapa cara dan juga bertahap, yang pertama yaitu melakukan investigasi disekitar area sekolah dan melihat apakah ada terjadi pembullyan dan hate speech atau tidak, dan menganalisis kegiatan yang di lakukan di sekolah tersebut. Setelah itu, kami melakukan wawancara dengan guru Bimbingan Konseling dan beberapa murid dari sekolah yang bersangkutan. Dalam sesi wawancara, ada beberapa pertanyaan yang disampaikan mengenai bullying, seperti bagaimana pandangan mereka terhadap bullying dan apa yang akan dilakukan pihak sekolah ketika kasus bully dan hate speech terjadi.

Setelah wawancara, kami juga mencari beberapa siswa secara acak untuk mengisi kuesioner yang berkaitan dengan bullying dan hate speech. Dari hasil kuesioner yang telah diisi, kejadian bullying dan hate speech terkadang kerap terjadi diantara siswa. Dari halnya mengejek teman, memukuli dan menjahili teman, menyebarkan hoax-hoax yang ada di media social kepada teman. Terkadang siswa juga takut untuk melaporkan hal-hal yang terjadi seperti itu kepada guru BK atau walikelas. Apabila hal tersebut tidak cepat ditangani, maka akan berakibat fatal nantinya.

Ada beberapa gagasan untuk mengatasi bullying dan hate terutama di kalangan remaja di lingkungan sekolah. Semuanya dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Buktikan bahwa kita memiliki kelebihan. Jangan merasa terlalu lemah diantara siswa lainnya, karena setiap orang pasti memiliki kelemahan. Berusaha untuk bangkit sendiri terlebih dahulu. Sebab jika kita tidak mencari cara untuk bangkit, kita akan terus dikekang oleh orang yang menyakiti diri kita. Jika kita tidak bisa melakukannya, siapa lagi yang inginmenolongkita?Ada benarnyajuga, jikakitainginbebasdaribullying, kita perlu seorang teman. Tetapi, lebih baik kitabangkit dari bullying dari inisiatif diri sendiri.

Berani melaporkannya ke orang tua atau guru. Kita bisa terbuka tentang apa yang terjadi dengan diri kita. Jangan menutupi apa yang terjadi dengan diri kita. Karena itu hanya akan memperburuk masalah dan membuat kita menjadi takut bergaul dengan orang lain. Lebih baik terbuka dengan orang yang kita percaya seperti guru, orang tua, atau sahabat curhat kita.

Jangan mencoba mengakhiri hidup. Sudah mendapatkan dosa, mengecewakan orang tua, dan pembully itu puas dengan apa yang dilakukan oleh diri kita sendiri. Selesaikan dengan cara yang baik dan berkonsultasi dengan orang yang kita percaya agar kita mendapatkan jalan keluar untuk mengatasi masalah yang kita alami.

*Tulisan ini sebagai tugas kelompok mahasiswa UIB

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com