SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penumpang Buton-Batam Terpaksa Bermalam di Karimun

  • Reporter:
  • Senin, 10 Juni 2019 | 10:11
  • Dibaca : 179 kali
Penumpang Buton-Batam Terpaksa Bermalam di Karimun
Ratusan penumpang ferry Dumai Line 2 rute Tanjungbuton Provinsi Riau tujuan Batam Provinsi Kepulauan Riau terpaksa diinapkan di Kabupaten Karimun, Sabtu (8/6) malam.

KARIMUN – Ratusan penumpang ferry Dumai Line 2 rute Tanjungbuton Provinsi Riau tujuan Batam Provinsi Kepulauan Riau terpaksa diinapkan di Kabupaten Karimun, Sabtu (8/6) malam. Hal tersebut terjadi disebabkan pihak Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun mengeluarkan surat larangan melanjutkan perjalanan atas pertimbangan keselamatan.

Ferry Dumai Line 2 diketahui mengalami keterlambatan keberangkatan dari Tanjungbuton selama 3 jam lamanya. Kapal yang biasanya berangkat sekira pukul 13.00 Wib itu, baru melakukan keberangkatan sekira pukul 16.00 Wib dan transit di Karimun sekira pukul 20.00 Wib. Dengan pertimbangan kondisi malam hari dan kondisi perairan menuju batam, KSOP terpaksa tidak memberikan izin untuk melanjutkan keberangkatan.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun Capt Djunaidi mengatakan, pelarangan keberangkatan pada malam hari itu dilakukan atas pertimbangan keselamatan. Sehingga terpaksa harus menunda keberangkatan ferry Dumai Line 2 yang mengangkut ratusan penumpang tujuan Batam tersebut.

“Ini kita lakukan berdasarkan SOP pelayaran dan pertimbangan keselamatan. Kita tidak ingin mengambil resiko,” kata Djunaidi ditemui, Minggu (9/6).

Atas penundaan dilakukan KSOP tersebut, sebanyak 178 orang penumpang terdiri pria, wanita dan anak- anak tersebut diinapkan di Karimun selama satu malam, sampai kapal diizinkan kembali melanjutkan pelayaran menuju Batam.

Ia menyebutkan, operator ferry Dumai Line 2 menyiapkan kamar hotel untik 15 penumpang perempuan dan 30 anak-anak. Sementara untuk laki-laki menginap di Pelabuhan dan di dalam kapal.

“Ibu-ibu dan anak-anak diinapkan di Hotel Royal. Sementara yang lain tidur di kapal, ruang tunggu, mushala dan ada juga di ruang rapat kantor kita. Pihak operator kapal juga menyiapkan makanan untuk makanan para penumpang,” katanya.

Ferry Dumai Line 2 tersebut baru diizinkan kembali melanjutkan perjalanan pada Minggu (9/6) sekira pukul 05.15 Wib dan tiba di Kota Batam sekira pukul 06.45 Wib.

“Pagi tadi sudah kita berangkatkan, para penumpang yang diinapkan dihotel langsung dijemput pihak operator kapal dan mereka langsung melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah tadi sampai jam 06.45 Wib,” katanya.

Mengenai sanksi yang diterima Dumai Line atas keterlambatan itu, pihaknya menyebutkan akan melakukan evaluasi. Ia juga mengingatkan kepada seluruh penyedia jasa angkutan laut untuk mementingkan keselamatan berlayar dan kenyamanan para penumpang.

“Kita akan evaluasi. Khususnya operator tidak boleh menjual tiket melebihi kapasitas. Jangan sampai penumpang sudah pegang tiket semua kemudian kapal kurang. Tapi memang kapal dari Buton sepertinya memang kurang,” katanya.

Djunaidi mengatakan, untuk wilayah Karimun sendiri situasi aman terkendali meski terjadi lonjakan penumpang namun itu masih tergolong normal.

“Untuk di Karimun sendiri masih aman terkendali. Tidak ada penumpukan penumpang, masih dalam kategori normal,”katanya.

Ricky Robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com