SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyaluran Dana Aspirasi Penimbunan Jalan Salahi Aturan

  • Reporter:
  • Rabu, 5 April 2017 | 10:02
  • Dibaca : 349 kali
Penyaluran Dana Aspirasi Penimbunan Jalan Salahi Aturan
Seorang pengendara melintasi Jalan Paya Sunan yang rusak dan banyak lobang, Selasa (4/4). Kondisi tersebut dibiarkan tanpa ada perbaikan sejak lima tahun belakangan.abdul gani

KARIMUN – Penyaluran dana aspirasi untuk penimbunan jalan menuju lahan kosong, samping sekolah swasta di Jalan Poros Kecamatan Meral dinilai tidak tepat sasaran. Bahkan, pengerjaan proyek tersebut sarat kepentingan pribadi dan menyalahi aturan.

Ketua DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Asyura mengatakan, dana aspirasi diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat banyak. Dalam penggunaannya juga harus sesuai hasil reses dan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Hasil reses dan musrenbang akan terlihat apa saja dibutuhkan masyarakat. Termasuk juga jangan tumpang tindih dengan proyek lain, misalnya dengan APBD atau APBN atau dana dari provinsi,” ujar Asyura, Selaa (4/4).

Jika ada kepentingan pribadi, kata dia, hal tersebut sudah menyalahi wewenang dan merupakan tindakan penyalahgunaan anggaran. Terkait penimbunan menggunakan dana aspirasi Anggota DPRD Karimun Sappe Sinaga, menurut Asyura proyek itu menyalahi aturan karena tidak tepat sasaran.

“Harusnya dipilah-pilah, apakah benar untuk hajat hidup orang banyak. Kalau untuk pribadi keluarkan dana pribadi bukan dana dari aspirasi untuk rakyat. Saya melihat ini tidak tepat sasaran. Yang jelas kita tidak dibenarkan menyalahgunakan dana aspirasi,” katanya.

Banyak Jalan Rusak
Ketika dana aspirasi digunakan untuk menimbun jalan menuju lahan kosong yang tidak begitu prioritas, di sisi lain beberapa ruas jalan rusak parah dan perlu perhatian serius untuk diperbaiki. Di antaranya Jalan Paya Sunan, Kelurahan Parit Benut menghubungkan ke jalan industri simpang Taman Mutiar Kecamatan Meral Barat. Dari samping jalan rusak itu ada satu gang (jalan tanah merah tak rata), di dalamnya terdapat puluhan rumah penduduk namun tak juga dibangun.

Kemudian jalan masuk menuju Pesantren Darul Taufiq Sungai Raya Kecamatan Meral, yang melintasi pemukiman penduduk sejauh 800 meter hanya berupa pengerasan dan batu kerikil. Selain itu Jalan Teluk Uma menuju Kantor DPRD dari arah Kecamtan Karimun banyak lobang besar. Belum lagi kondisi jalan di Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing, jalur menuju Kantor DPRD dari arah Kampung Harapan.

Salah seorang warga Paya Sunan, Minarsih sangat mengharapkan perbaikan jalan di depan rumahnya. Menurut dia, banyak pengendara jatuh saat melintasi jalan tersebut. Apalagi pada malam hari tidak ada penerangan sehingga rawan kecelakaan.

“Saya kerap mendengar suara orang minta tolong dari jalan ini. Setelah keluar dan melihat ke arah jalan rupanya pengendara sepedamotor terjatuh. Tabrakan juga sering karena berebut mencari jalan landai untuk menghindari lubang,” ujar ibu rumah tangga di RT 003 RW 005 ini.

Menurutnya, sudah pernah ada beberapa pihak melakukan pengukuran. Namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan dan tidak pernah ada perbaikan sejak lima tahun belakangan. Bahkan masyarakat pun pernah mengusulkan tapi tidak ada tanggapan. Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan agar tidak ada korban lagi.

“Jalan ini pun merupakan akses pintas untuk ke mana saja tujuan kita, istilahnya jalan potong. Tapi ya beginilah kondisinya, kalau hujan seperti kolam ikan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com