SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyaluran Dana Bergulir di Kepri Rendah

  • Reporter:
  • Kamis, 14 November 2019 | 11:21
  • Dibaca : 80 kali
Penyaluran Dana Bergulir di Kepri Rendah

BATUAMPAR – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kepri didorong bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) demi mendapat akses pembiayaan. Penyaluran dana bergulir di provinsi ini tercatat rendah.

LPDB-KUMKM sejak penyaluran di tahun 2008 sampai 2019, telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp9,46 triliun kepada 4,348 penerima dana bergulir. Dari target penyaluran2019 sebesar Rp1,5 triliun, sampai dengan November 2019 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,1 triliun.

“Untuk Kepri, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp23,21 miliar. Dengan jumlah yang tersalur untuk pembiayaan konvensional sebesar Rp15,21 miliar dan pembiayaan syariah sebesar Rp8 miliar,” jelas Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Hotel Swissbell, Rabu (13/11).

Dari total penyaluran dana bergulir di seluruh Indonesia, penyaluran ke Kepri tergolong masih rendah, oleh karena itu LPDB terus menggenjot penyaluran ke kota industri ini, salah satunya melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

LPDB sendiri merupakan satuan kerja Kementerian Koperasidan UKM yang berbadan hukum Badan Layanan Umum (BLU). “Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi angka pengganguran serta mensejahterakan masyarakat,” sambung Braman.

LPDB mengundang Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia, Perguruan Tinggi, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM). Kemudian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), dan para pelaku usaha koperasi dan UMKM untuk Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir LPDB-KUMKM di Batam

Tujuannya tentu adalah sebagai upaya percepatan dan memperluas jangkauan penyaluran dana bergulir di seluruh Indonesia. Upaya ini di antaranya memerlukan kerjasama dengan berbagai lembaga pendukung seperti Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia, Perusahaan Penjamin Kredit seperti Jamkrindo, Jamkrida dan Askrindo, BLUD Dana Bergulir, dan lembaga terkait lainnya.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat mempermudah calon mitra dalam mengakses fasilitas pinjaman atau pembiayaan LPDB-KUMKM. Calon mitra dapat langsung mengirimkan proposal ke LPDB-KUMKM, maupun melalui jasa pengiriman serta melalui lembaga penjamin kredit seperti Jamkrindo, Jamkrida, dan Askrindo.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Batam, Suleman Nababan pihaknya menyambut baik dengan sosialisasi yang diselnggarakan di Batam. Dengan demikian pihaknya berharap UMKM di Batam bisa mengajukan pembiyaan LPDB, tentunya dengan prosedur yang ada.

Banyaknya dana bergulir yang belum tersalurkan salah satunya bisa saja kata dia ketidaktahuan informasi. Kemudian juga banyaknya yang tidak tahu bagaimana membuat proposal yang sesuai dengan aturan yang ada. Karena itu pihaknya sendiri ke depan akan terus mendorng dan membimbing UMKM untuk bisa bekerjasama dengan LPDB.

“Pembiayaan kan selama ini menjadi salah satu faktor kendala yang dihadapi UMKM, karena itu dengan adanya LPDB ini diharapkan bisa mendorong UMKM bisa lebih berkembang,” kata Suleman. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com