SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Rusun Mukakuning Capai 60 Persen

  • Reporter:
  • Sabtu, 22 April 2017 | 17:45
  • Dibaca : 1047 kali
Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Rusun Mukakuning Capai 60 Persen
Ilustrasi DOK KORAN SINDO BATAM.

BATAM KOTA – Kasus dugaan korupsi proyek pemasangan keramik di Rumah Susun (Rusun) Mukakuning milik BP Batam masih terus didalami penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Proses penyelidikan sudah mencapai 60 persen.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, M. Chadafi Nasution mengatakan, pihaknya telah mulai menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pihak tertentu dalam proyek yang memiliki pagu anggaran sebesar Rp802.750.000 tersebut.

“Sudah kami temukan (dugaan perbuatan melawan hukum) tapi kami belum bisa simpulkan, itu perbuatan pidana atau pelanggaran administrasi,” kata Chadafi.

Setidaknya ada 15 orang saksi yang merupakan pegawai BP Batam dan juga pihak rekanan telah diperiksa. Adapun beberapa pegawai BP Batam yang telah diperiksa yakni BA, HJ, AM, BL dan PS merupakan Pokja 3 kegiatan pemasangan keramik Rusunawa Bida Muka Kuning tahun anggaran 2016.

Sedangkan dari pihak rekanan, penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Batam telah memeriksa para direktur dari 4 perusahaan yang lolos kualifikasi dalam lelang proyek. Keempat perusahaan tersebut yakni CV Guna Kreasi Sukses, CV Oziano, PT Berkah Kendil dan PT Samputra Indah Herbang Jaya.

Tidak hanya memeriksa para saksi, pihak penyidik juga mengumpulkan sejumlah dokumen dari BP Batam dan juga rekanan. Dokumen-dokumen yang diminta penyidik seluruhnya berhubungan dengan tender hingga pelaksanaan proyek yang memakan anggaran senilai Rp681.397.000.

“Belum semua dokumen yang kita butuhkan, kita terima. Masih ada lagi dokumen lain yang akan kita minta. Pemeriksaan saksi lainnya juga masih akan berlanjut,” kata Chadafi.

Saat ini, pihak Seksi Pidana Khusus Kejari Batam belum menjadwalkan kembali pemeriksaan para saksi. Pasalnya, penyidik tengah berkonsentrasi dalam penyelesaian perkara lain. “Kami mau selesaikan perkara (korupsi) Dinsos dulu. Setelah ini selesai, baru akan kami jadwalkan lagi,” kata Chadafi.

Sebelumnya diketahui, proyek pemasangan keramik tersebut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp802.750.000 untuk 256 kamar dan lelang proyek ini dilakukan pada April 2016.

Sebanyak 50 perusahaan mendaftar untuk mengikuti lelang. Tapi, hanya ada 7 perusahaan yang memberikan penawaran harga. Dari 7 perusahaan tersebut, 4 perusahaan yang dinyatakan lolos kualifikasi.

CV Guna Kreasi Sukses terpilih sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp681.397.000 mengalahkan tiga perusahaan lainnya. Perusahaan ini terpilih karena memiliki nilai penawaran terendah dari 4 perusahaan tersebut.

Kontrak pengerjaan pemasangan keramik tersebut diteken pada 5 Mei 2016 dan dalam kontrak disebutkan bahwa lama pengerjaan yakni 120 hari kalender sejak penandatanganan kontrak dilakukan.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) BP Batam, selama 2016 hanya ada lelang pemasangan keramik di Rusun Bida Mukakuning dengan nilai pagu paket Rp802.750.000. Selain itu juga ada lelang pengadaan furnitur kamar hunian rusun dengan pagu Rp1.567.390.000. Sementara pada tahun sebelumnya, 2015 ada lelang renovasi bangunan Rusun Bida Mukakuning dengan pagu Rp1.945.476.000.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com