SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyelundup Ratusan Satwa Palsukan Manifes

  • Reporter:
  • Sabtu, 14 Juli 2018 | 15:02
  • Dibaca : 138 kali
Penyelundup Ratusan Satwa Palsukan Manifes
Kepala KPU Bea Cukai (BC) Tipe B Batam Susila Brata memberi keterangan pers tangkapan ratusan satwa dan tumbuhan tanpa izin di kantornya, kemarin. /ist

BATUAMPAR – Bea dan Cukai membongkar penyelundupan lebih dari 900 satwa yang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Batuampar. Pelaku memalsukan manifes untuk mengelabui aparat di pelabuhan.

“Ada sembilan koli barang yang tak sesuai manifes,” ungkap Kepala KPU Bea Cukai (BC) Tipe B Batam Susila Brata saat konferensi pers di kantor Bea dan Cukai, Batuampar, kemarin.

Susila mengungkap di dalam bungkusan berupa kardus terdapat 909 kura-kura, 24 iguana, enam ekor burung perkutut, 12 ekor love bird, satu ekor anak buaya dan 12 tanaman hias. Satwa tanpa izin resmi itu dibawa melalui jalur laut dengan kapal KM Batam Indah VI dari Malaysia dan dibongkar di Pelabuhan Batuampar.

Tangkapan terjadi Kamis (12/7) kemarin. Bermula dari kecurigaan petugas Bea dan Cukai yang yakin KM Batam Indah VI tidak punya dokumen lengkap untuk muatannya. Kapal diperiksa, petugas mencocokkan manifes dengan muatan. Hasilnya ditemukan ratusan satwa dan beberapa tumbuhan yang dalam kondisi baik dan hidup. Semuanya berasal dari Malaysia. “Sesuai dengan nota hasil intelijen petugas kami,” sambung Susila.

Bea dan Cukai mengamankan dua orang yakni AG dan TD. Keduanya adalah nakhoda KM Batam Indah VI. AG dan TD ditetapkan tersangka. Kepada petugas, keduanya diupah Rp5 juta begitu tiba di Batam. Bea dan Cukai menduga satwa dan tumbuhan ini hanya transit di Batam sebelum dibawa ke tempat lain di Indonesia. “Masih dalam pemeriksaan,” ujar Susila.

Kedua pelaku diduga melanggar Tindak Pidana Kepabeanan, sesuai pasal 102 huruf (a) jo pasal 102 huruf (e) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana jo Undang-Undang Karantina.

Sementara satwa dan tumbuhan tersebut dititipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau di Batam. Juga diajukan permohonan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam dan Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam untuk dapat dilakukan uji laboratorium terkait kesehatan satwa dan tumbuhan tersebut.

Sejauh ini, jenis satwa dan jenis tumbuhan beserta nilai perkiraan masih menunggu identifikasi dari Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. fathurohim

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com