SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Jalan Terus

  • Reporter:
  • Selasa, 23 Juli 2019 | 09:39
  • Dibaca : 112 kali
Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Jalan Terus
Kepala Kejati Kepri Edy Birton saat naik ke atas Reog Ponorogo Sanggar Suro Menggolo didampingi pejabat utama Kejati Kepri usai upacara Hari Adhyaksa ke-59 di halaman kantor Kejati Kepri, Jalan Sei Timun, kemarin. /Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Kejaksaan Tinggi Kepri segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi suap izin usaha tambang Dinas ESDM Kepri. Jaksa mendeteksi penerbitan izin ada penyalahgunaan wewenang dan menabrak aturan.

“Insyaallah. Nanti teman-teman akan tahu juga. Belum bisa saya sampaikan sekarang,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edy Birton di sela-sela perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 di Tanjungpinang, kemarin.

Dia menyatakan, kejati terus mendalami penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri 2018-2019. “Beberapa orang sudah diperiksa, masalah tambang masih pendalaman. Statusnya sudah penyidikan umum,” sambung dia.

Birton menjelaskan penyidik masih mendalami regulasi apa yang dilanggar dan disalahgunakan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan. Dia menuturkan, masih ada waktu bagi penyidik untuk menyimpulkan perihal kasusnya.

Selain menanggapi soal penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas ESDM. Selanjutnya, Birton juga menjelaskan tindak lanjut perkara dugaan korupsi pemberian tunjangan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Natuna periode tahun 2011-2015. Diduga dalam pemberian tunjangan itu negara mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp7,7 miliar.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah karena korupsi bukan hanya menghukum, terpenting adalah hasil recovery (pemulihan), kami berupaya mengembalikan kerugian keuangan negara,” kata dia. Birton menyampaikan, dalam perkara tersebut sudah ada uang yang dikembalikan. Namun, Birton belum mau menyampaikan berapa uang telah dikembalikan oleh para tersangka.

Diberitakan, Kejaksaan Tinggi Kepri mengusut belasan izin pertambangan yang diterbitkan Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Pemprov Kepri karena diduga sarat penyimpangan. Sebanyak 15 orang sudah dipanggil sebagai saksi, barang bukti mulai dikumpulkan.

Pengusutan izin tambang untuk wilayah Bintan itu diketahui berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri nomor print 241/L.10/Fd.1/07/2019 tertanggal 4 Juli 2019. Surat ditujukan kepada Kepala Dinas ESDM Kepri perihal bantuan pemanggilan saksi tertanggal 8 Juli 2019. Penyelidikan ini dilaksanakan penyidik bidang tindak pidana khusus (pidsus) Kejati Kepri dalam dua pekan terakhir.

“Enggak tahu berapa yang sudah dipanggil. Yang jelas ada pemanggilan,” kata Asisten Bidang Pidsus Kejati Kepri Tety Syam saat dihubungi via ponsel, Rabu (17/7). Sedangkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri Ali Rahim Hasibuan menegaskan terkait perkara soal izin usaha pertambangan saat ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Penyidikan perizinan tambang ini perkembangan baru setelah mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Amjon dan mantan Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Pemprov Kepri Azman Taufik dituding menyalahgunakan wewenang dengan menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi bauksit di Bintan. Kementerian Dalam Negeri akhir Februari 2019 melayangkan surat ke Pemprov Kepri agar keduanya dicopot.

Naik Reog

Dalam puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri Edy Birton naik ke atas Reog Ponorogo di halaman kantor Kejati Kepri, Jalan Sei Timun, Senggarang, Tanjungpinang, Senin (22/7). Puncak ulang tahun ini Kejati Kerpi menghadirkan Reog Ponorogo dari Sanggar Suro Menggolo Provinsi Kepri.

Birton mengatakan, puncak peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 diselenggarakan bersamaan ulang tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XIX dilaksanakan dengan upacara dan syukuran. Selain itu, kegiatan juga dilaksankan serangkaian kegiatan bakti sosial, anjang sana, olahraga dan kegiatan perlombaan lainnya.

“Di dalam hari bakti ini kami jadikan sebagai titik balik untuk momen introspeksi diri, apa kekurangan, apa yang telah dicapai akan ditingkatkan dan kekurangan akan diperbaiki demi institusi,” ujar Birton.

Birton menyampaikan, progres ke depan Kejati Kepri akan melakukan koreksi, evaluasi apa saja hal-hal kekurangan atau kelemahan untuk perbaikan kejaksaan. Terpenting Kejati Kerpi berubah ke arah lebih baik lagi ke depannya. “Terpenting ke depan kita bisa berubah, mendukung dan mengawal program-program pemerintah pusat yang ada daerah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kejati Kepri saat ini sedang melaksanakan penyidikan dan pengumpulan bahan keterangan, seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan pada Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Kepri tahun 2018-2019. Penyelewengan anggaran pada instansi Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian dan Keluarga Berencana (BP3APKB) Pemprov Kepri. Kejati Kepri juga dikabarkan sedang mengusut dugaan penyelewangaan anggaran di instansi Humas Pemprov Kepri.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com