SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perang Diskon E-commerce Rebut Berkah Lebaran

  • Reporter:
  • Senin, 28 Mei 2018 | 14:22
  • Dibaca : 201 kali
Perang Diskon E-commerce Rebut Berkah Lebaran

JAKARTA– Ramadan selalu menjadi waktu favorit bagi masyarakat berbelanja aneka barang keperluan, kebutuhan, dan ke inginan menjelang Lebaran.

Momen ini benar-benar dimanfaatkan para pemain pasar e-commerce untuk meningkatkan penjualan dengan menghadirkan berbagai penawaran menarik dan program promo. Bukalapak, situs layanan jual beli online customer-tocustom er (C2C), menawarkan cashback hingga 20% kepada masyarakat yang berbelanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran dengan ko de voucher khusus “BUKAYANGBAIK”.

Cashback diperoleh apa bila konsumen melakukan transaksi minimal Rp150.000. Pembeli juga bisa mendapatkan cashback 5% dari minimum transaksi Rp500.000 dengan kode voucher “MAKINBAIK”. Promo ini berlaku untuk pembelian beragam kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, hingga paket data murah dan berlangsung selama 55 hari mulai dari 7 Mei hingga 30 Juni 2018.

Bukalapak juga men jan jikan beragam ha diah is ti me wa kepada para kon su men nya seperti mobil, smart phone, dan 100 voucher Bu ka lapak masing-masing senilai Rp1 juta. Tak hanya itu, perusahaan yang didirikan Achmad Zaky ini juga menggelar program gra tis ongkos kirim sejak 14 Mei hingga 12 Juni 2018.

Untuk program ini, Bukalapak bekerja sama dengan perusahaan logistik JNE. “Program ini bi sa dinikmati oleh konsumen yang melakukan transaksi minimum Rp80.000. Potongan ong kos kirim paling besar Rp15.000,” kata Vice President of Marketing Bukalapak Ba yu Syerli Rachmat.

Tidak tanggung-tanggung, se tiap pengguna Bukalapak bisa memanfaatkan kode promo gratis ongkos kirim ini hing ga tiga kali sehari. Sementara itu, Lazada Indo nesia pada Ramadan ini meng gelar program promo bertajuk “Puasale”. Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri menerangkan, berdasarkan Google I ternal Data 2017, sedikitnya ada sejumlah topik dan kategori yang paling banyak dicari konsumen Indonesia saat Ramadan.

Diantaranya makanan, perawatan tubuh, travel, dan busana muslim (selengkap nya lihat info grafis). Berdasarkan temuan atas perilaku konsumen itulah, Lazada Indonesia menghadirkan “Pua sale” yang digelar 25-28 Mei 2018 dengan diskon hingga 90% dan ribuan bonus. Hari pertama diisi promo beragam pro duk kesehatan dan kecantikan dilanjutkan promo berbagai produk elektronik pada hari kedua.

Pada hari ketiga, Lazada menggelar promo produk fashion dan hari terakhir promo aneka produk keperluan rumah tangga. “Fokus kategori sengaja kami bedakan setiap hari agar kon sumen mudah mengakses ber ba gai pilihan barang serta penawaran diskon dan promo yang ada,” jelas Mad, sapaan Ach mad Alkatiri.

Dari data yang sama, terungkap pula bahwa sepekan sebelum Ramadan dan tiga pekan sebelum Lebaran terdapat peningkatan minat pengguna in ternet terhadap produk fashion.Maka itu, Lazada pun meng hadirkan penawaran spesial produk fashion muslim un tuk pria dan wanita pada hari ini, Minggu (27/5).

Data Google juga menunjukkan bahwa minat terhadap pro duk keperluan rumah tang ga pun meningkat pada momen Ramadan, khususnya kul kas, kipas angin, dan mesin pe masak nasi. “Kemungkinan se jalan dengan persiapan sahur dan berbuka puasa,” kata Mad. Menjelang Lebaran terja di juga peningkatan minat kon sumen terhadap produk me sin cuci dan peralatan lain pen dukung kebersihan rumah.

Kemungkinan besar sejalan dengan mudiknya asisten rumah tangga. Yang juga menarik, pada pekan pencairan tunjangan hari raya (THR), dua pekan atau sepekan menjelang Lebaran, muncul kecenderungan ko n sumen mencari dan membeli gawai baru. “Tak hanya kami yang memanfaatkan momen ini dengan menge depankan promo barang elektronik dan gawai.

Sejumlah mitra kami dari pabrikan smartphone ju ga menggelar penawaran khu sus hingga peluncuran pro duk baru,” terang Mad. Berdasarkan data internal cus tomer Lazada ID diketahui bah wa puncak jam kunjungan kon sumen saat Ramadan adalah pada jam sahur, siang hari, dan setelah berbuka puasa. Tokopedia juga memiliki ju rus serupa.

Kamis (24/5) per usahaan marketplace yang di dirikan William Ta nu wi jaya ini menggelar malam pun cak Ramadan Ekstra yang di siarkan langsung di sta siun televisi swasta. Dalam acara tersebut, Toko pedia memperkenal kan sejumlah inovasi digital yang memberi pengalaman baru kepada konsumen dalam berbelanja.

Masyarakat bisa langsung membeli aneka produk fashion hing ga kosmetik yang di kenakan para model di televisi hanya dengan shake-shake atau meng goyangkan ponselnya. Jum lah pengguna fitur shakeshake Ramadan Ekstra mencapai 2 juta orang. “Apa yang ditonton bisa lang sung dibeli saat itu juga.

Ini menggabungkan pengalaman offline dan online dalam ber belanja,” kata COO Tokopedia Melissa Siska Juminto. Data Criteo mengungkapkan, selama Ramadan terjadi pe n ingkatan penjualan ratarata 24-25% dibanding bulan se be lumnya. Criteo me ru pa kan perusahaan periklanan digital global yang bermarkas di Paris.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprin do) Tutum Rahanta mengatakan, pasar offline relatif ti dak terpengaruh lonjakan ak tivitas jual beli di pasar online.Itu lantaran sebagian pemain online merupakan reseller yang membeli barang dari pasar offline.

Sisanya memang ada yang langsung meng ambil barang dalam jumlah besar ke pabrik atau impor. Menurut Tutum, pen jual an di pasar offline pada Ra m a dan dan menjelang Lebaran ta hun ini justru meningkat cu kup signifikan di kisaran 50-100% tergan tung jenis pro duk nya. Khusus untuk produk fa shion, peningkatan penjualan di ritel modern pada ki sar an 200- 300%.

Dia memperkirakan pun cak nya terjadi pada H-1. Nadia Yovani, staf pengajar di Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia, mengatakan, masyarakat ur ban semakin banyak yang berbelanja secara online karena mereka ingin segalanya lebih simpel dan instan. Itu sifat ala mi manusia.

Tak perlu bermacet-macetan, tak perlu ke luar uang untuk beli bensin atau ongkos, tak perlu berkeliling toko menca ri barang pa ling cocok dan tak perlu ber de sak an seperti orang yang berbelanja ke pasar konvensional men jelang Ramadan. Bahkan se ringkali ma syarakat bisa le bih berhemat karena banyak dis kon dan pro mo.

“Masya ra kat mendambakan semua le bih praktis, mudah, efektif, efi sien. Intinya, semua lebih se derhana. Cu kup membuka la yar ponsel atau komputer,” jelasnya. Namun di sisi lain, Nadia meng akui bahwa risiko ke cewa saat berbelanja secara online lebih besar ketimbang berbe lanja secara offline.

Terkadang barang tidak sesuai pesanan atau rusak. Se dang kan proses komplain, verifikasi, dan pengembalian uang dirasakan berbelit-belit dan perlu waktu lama. “Kepercayaan dan aturan main ini yang perlu terus dikembangkan oleh para pebisnis online,” ujar Nadia. Pengamat marketing Yuswohady menilai penjualan online tetap belum bisa me ngalah kan pengalaman berbelanja konvensional.

“Momen Lebaran ini akan tetap menjadi mi lik bisnis offline seperti mal atau pasar grosir tradisional be sar seperti Tanah Abang dan lainnya. Masyarakat Indonesia masih terbiasa de ngan acara jalan-jalan atau men coba pakaian sebelum di beli. Sudah tradisi,” ucap Yuswohady.

Meski begitu, dia mengakui saat ini proses keseimbang an terus berlangsung antara penjualan online dan off line.Beberapa produk yang prak tis bisa langsung dibeli secara online, namun sebagian lagi masih lebih menarik di beli langsung.

hafid fuad/ ananda nararya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com