SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perempuan Suku Laut Dilatih Wirausaha

  • Reporter:
  • Senin, 17 Desember 2018 | 14:11
  • Dibaca : 233 kali
Perempuan Suku Laut Dilatih Wirausaha
Perempuan suku laut di Desa Kulumu Kecamatan Lingga mendapatkan pelatihan wirausaha dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. f jamariken tambunan

LINGGA – Perempuan suku laut di Desa Kulumu Kecamatan Lingga mendapatkan pelatihan wirausaha dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan tentang menjadi wirausaha agar dapat meningkatkan kesejahteraan warga suku laut di Kabupaten Lingga.

Ketua Koordinator Pelatihan Sri Wahyuni mengatakan, pelatihan kepada perempuan suku laut yang berusia produktif ini sebagai wujud dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di antaranya, pengabdian kepada masyarakat. Warga suku laut, kata dia, juga dilatih untuk mengasah kreativitas dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki di lingkungan sekitar.

“Kami juga bersinergi dengan program yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan menggelar sosialisasi dengan tema Membangun Kewirausahaan Perempuan Suku,” katanya, Minggu (16/12).

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menargetkan pelatihan diberikan kepada perempuan suku laut yang masih dalam usia produktif. Sehingga pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan potensi perempuan suku laut dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Kita latih mereka untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar seperti pelatihan pembuatan pisang goreng keju dan keripik pisang. Sehingga diharapkan nantinya home industri yang dihasilkan bisa menjadi ikon masyarakat setempat,” jelasnya.

Pelatihan ini bekerjasama dengan pemerintah setempat dengan menggandeng Kepala Desa (Kades) Kelumu yang menyediakan tempat sekaligus membuka acara pelatihan ini.

“Saya sangat apreasiasi respon dari para warga sekitar, awalnya saya targetkan peserta itu 20 orang, namun yang hadir lebih. Artinya saya melihat warga suku laut memiliki minat belajar yang tinggi,” kata Yuni.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, lanjutnya, mengandalkan program Kelompok Usaha Bersama (Kube) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam memberikan akses modal kepada masyarakat Kabupaten Lingga dalam berwirausaha karena keterbatasan kemampuan kas daerah yang dimiliki.

“Untuk dapat mengakses modal yang diberikan oleh pemerintah melalui dana desa, salah satu syarat yang harus dimiliki adalah membuat atau memiliki home industri yang tergabung di dalam Kube,” ujarnya. jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com