SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perkosa Pasien di Rumah Orangtua, Sr Dibekuk Polisi

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:09
  • Dibaca : 139 kali
Perkosa Pasien di Rumah Orangtua, Sr Dibekuk Polisi
ilustrasi

ANAMBAS – Jajaran Kepolisian Resort Anambas membekuk pelaku pemerkosaan, Sr (32), di Desa Tarempa Selatan. Sr dilaporkan telah memperkosa korban, Ro (23), saat akan berobat di rumah pelaku. Penahanan dilakukan usai keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Siantan.

“Kita melakukan penahanan terhadap pelaku, Sr, atas laporan suami korban. Penangkapan dilakukan Selasa (9/10) sore dengan barang bukti pakaian pelaku dan korban serta hasil visum korban di Puskesmas Siantan,” ujar Kapolres Anambas AKBP Junoto, Rabu (10/10).

Junoto memaparkan, kejadian bermula saat korban mendatangi rumah orangtua pelaku dengan tujuan berobat sakit tenggorokan (ketulangan). Namun, orangtua pelaku (abah Mr) sedang tidak di rumah, sehingga pelaku menyuruh korban masuk ke dalam rumah sambil menunggu orangtuanya datang.

“Pukul 08.00, Selasa (9/10), korban permisi kepada suami untuk berangkat ke rumah abah Mr. Setibanya di pondok Mr, korban hanya mendapati Sr. Sr pun menyapa agar korban menunggu sebentar dan menawarkan duduk di sebelah kanan pelaku,” ujarnya.

Saat pelaku dan korban duduk bersebelahan, pelaku langsung mendekap korban dengan cara memaksa. Korban mengaku tak berdaya usai didekap dan dicium pelaku. Namun tenaga pelaku lebih kuat dari korban. Meski korban melawan, namun tetap tidak berhasil.

“Ketika pelaku mendekap, korban menepis tangan pelaku. Kemudian pelaku mendekap dengan kuat, sehingga korban tak bisa melawan. Selanjutnya, pelaku membuka celana korban dengan paksa. Hingga terjadi hubungan layaknya suami istri itu dengan terpaksa. Selanjutnya, korban pulang ke rumah dan menyampaikan kejadian tersebut kepada suami.  ‘Suami korban langsung mengajak untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Siantan,” papar Junoto.

Pelaku kini ditahan di Mapolsek Siantan untuk penyidikan lebih lanjut. “Pelaku dikenakan pasal 285 KUHP:  Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, dihukum karena memperkosa dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun,” katanya.

Junoto mengatakan, Sr telah dua kali melakukan pemerkosaan terhadap korban yang berbeda di lokasi yang sama. Namun kejadian yang pertama, korban tidak melapor karena kemungkinan malu. Korban pertama sudah pulang ke kampung halamannya.

“Pelaku mengaku sudah dua kali melakukan pemerkosaan. Namun yang pertama tidak melapor. Ini kedua kali dan sempat terjadi keributan karena suami korban tidak terima. Beruntung anggota cepat tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku,” ujarnya.

jhone munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com