SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pertamina Jadi Induk Holding BUMN Migas

  • Reporter:
  • Jumat, 13 April 2018 | 15:03
  • Dibaca : 159 kali
Pertamina Jadi Induk Holding BUMN Migas

JAKARTA– Kementerian BUMN resmi membentuk Holding Migas, dengan PT Pertamina (Persero) menjadi induk perusahaan (holding) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai anggota holding.

”Peresmian pembentukan Holding Migas dan Pertamina sebagai induk ditandai dengan penandatanganan akta pengalihan saham seri B milik negara sebesar 56,96% di PGN kepada Pertamina oleh Menteri BUMN Rini Soemarno,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media F Harry Sampurno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin. Menurut Harry, langkah se lanjutnya adalah proses integrasi PT Pertagas (anak usaha Pertamina) kePGNsehinggaPGNakan menjadi subholding gas di bawah Pertamina.

”Dengan masuknya PT Pertagas ke PGN, maka PGN akan menjadi pengelola midstream sampai distribusi dan niaga gas,” kata Harry. Dia menjelaskan, Menteri BUMN juga telah menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pertamina terkait perubahan atau peningkatan modal dan menyetujui pula integrasi Pertagas ke dalam PGN. Beberapa pertimbangan yang disampaikan direksi Pertamina dalam mengintegrasikan Pertagas ke PGN antara lain, lini bisnis yang sama dalam hal transportasi dan niaga gas, terdapat potensi penghematan biaya operasional dan belanja modal (capex) karena hilangnya tumpang tindih dalam pengembangan infrastruktur.

Selanjutnya dapat mencip takan infrastruktur gas yang terintegrasi, menciptakan kinerja keuangan konsolidasi yang sehat, dan memperkuat struktur permodalan PGN sehingga membuka ruang meningkatkan kapasitashutanguntukpengembangan bisnis gas dan meningkatkan setoran dividen serta pajak kepada negara. Terkait dengan terlewatinya batas waktu 60 hari penandatanganan Akta Pengalihan Saham, sebagaimana dipersyaratkan pada keputusan RUPS Luar Biasa PGN pada 25 Januari 2018 lalu, menurut Harry, keputusan tersebut akan dikukuhkan kembali pada RUPS Tahunan PGN 26 April 2018.

”Terlewatinya batas waktu 60 hari dimaksud bukan berarti holding BUMN Migas batal. Sebab terbentuknya holding secara hukum terjadi saat dilakukannya penandatanganan Akta Pengalihan Saham di mana seluruh hak-hak Negara RI selaku pemegang 56,96 persen saham Seri B di PGN secara hukum telah beralih kepada Pertamina,” kata Harry. Dia pun kembali mempertegas bahwa perubahan nama PGN dengan menghilangkan kata ”Persero” semata-mata merupakan aspek administratif. PGN akan tetap diperlakukan sama dengan BUMN lainnya untuk hal-hal sifatnya strategis. Dengan begitu, negara tetap memiliki kontrol terhadap PGN, baik langsung melalui kepemilikan saham Seri A Dwiwarna maupun tidak langsung melalui Pertamina selaku induk seperti diatur dalam PP 72 Tahun 2016.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengungkapkan, secara prinsip Pertagas kini telah menjadi bagian dari PGN. Namun, hal itu harus dituntaskan dengan pembayaran aset kepada Pertamina selaku induk. Sementara untuk hitungan nilai valuasinya akan dikeluarkan dalam waktu dekat. ”Nilaiakuisisitidakbisabulanini, tapi dalam waktu dekat. Namun secara prinsip, Pertagas sudah ke PGN setelah adanya akta dan persetujuan menteri,” kata dia. Selain itu, keduanya juga akan menyelaraskan program kerja supaya lebih efektif sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Kemudian integrasi ini juga membuat PGN dan Pertagas tak lagi berbenturan. ”Dengan momentum ini, saya kira lebih mudah karena RKAP PGN ada yang tumpang tindih dengan Pertagas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, bisnis PGN dengan Pertagas memang sering terjadi benturan. Sebab itu, kata dia, integrasi diharapkan akan lebih baik ke depannya karena dilebur menjadi satu supaya bisnis gas menjadi lebih besar dan kuat. ”Selama ini pasarnya hanya Jawa dan Sumatera. Nah, kita ingin dikembangkan sampai ke wilayah timur,” kata dia. Dia mengatakan, pembentukan holding ini akan ada evaluasi kinerja dan melihat kembali rencana kerja serta anggaran perusahaan.

Nanang wijayanto/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com