SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pertamina Klaim Pengiriman Kuota Premium Tetap 65 KL per Hari

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Mei 2017 | 11:47
  • Dibaca : 520 kali
Pertamina Klaim Pengiriman Kuota Premium Tetap 65 KL per Hari
Premium kosong

SERI BENTAN – Pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diduga sengaja mengurangi stok premium. Ulah nakal tersebut membuat bahan bakar bersubsidi tersebut jadi langka dan memaksa pemilik kendaraan membeli pertalite yang harganya lebih mahal.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Bintan Edi Mulyanto menegaskan, PT Pertamina tidak mengurangi pasokan bahan bakar minyak jenis premium ke setiap SPBU, sebagaimana kuota per harinya 65 kilo liter (KL) atau 23.728 KL dalam setahun.

“Yang melakukan pengurangan justru SPBU, mereka mengganti premium dengan jenis pertalite. Jadi bukan PT Pertamina yang mengurangi pasokan, tetapi pihak pemilik SPBU yang membatasi pembelian ke Pertamina,” ujar Edi di ruang kerjanya, Bandar Seri Bentan, Rabu (17/5).

Menurut dia, alasan pemilik SPBU mengganti premium dengan pertalite, karena keterbatasan tangki penyimpanan sementara atau yang disebut tangki timbun. Pihak SPBU tidak membuat tangki timbun baru yang dikhususkan pertalite, melainkan tangki yang mestinya untuk penyimpanan premium diganti untuk pertalite.

“Itulah penyebabnya premium tidak tersedia lagi di beberapa SPBU, yaitu SPBU Batu 16 Toapaya, SPBU Batu 20 Kijang dan SPBU di Batu 25 Kijang,” terangnya.

Khusus untuk SPBU Kijang, kata dia, karena pemiliknya sudah menambah tangki timbun, selain premium juga untuk pertalite, maka tetap tersedia.

“Hanya di Tanjunguban saja yang masih menjual premium, karena sudah menambah tangki timbun khusus untuk pertalite,” katanya.

Meski demikian, informasi terkait perlakuan SPBU terkait premium didapatnya secara lisan, tidak melalui surat resmi, baik dari pemilik SPBU maupun pihak PT Pertamina.

“Pemerintah daerah hingga kini belum mendapatkan sosialisasi maupun pemberitahuan secara resmi oleh PT Pertamina terkait kelangkaan premium ini,” ujarnya.

Sedangkan Humas PT Pertamina Regional Medan yang juga membawahi distribusi BBM Provinsi Kepri Erika mengatakan, PT Pertamina tidak mengurangi pasokan kuota premium ke SPBU-SPBU di wilayah Kepri.

“Pertamina masih tetap menyalurkan premium. Setiap hari masih tetap mengirimkan pasokan melalui mobil tangki ke SPBU se-Kepri sebanyak 800 KL atau 800.000 liter per hari dan pertalite 200 KL per hari,” kata Erika.

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Bintan Hasriawadi alias Gentong, menyayangkan kelangkaan premium tanpa disosialisasikan terlebih dahulu oleh pemerintah.

“Di tengah kesulitan ekonomi dan harga tarif dasar listrik naik, premium diganti pertalite tanpa ada sosialisasi. Mestinya pemerintah melakukan sosialisasi. Bukan seenaknya menghilangkan premium,” ujarnya.

Dia meminta pihak pemerintah juga Pertamina dan SPBU bertanggung jawab atas hilangnya premium. Dia juga mendesak pihak terkait melakukan pembenahan agar setiap SPBU kembali menyediakan premium. Karena masyarakat tidak mampu membeli pertalite. Dimana daya beli masyarakat masih rendah.

“Jangan pemerintah, Pertamina dan SPBU mencekik leher rakyat dengan menghilangkan premium atau mengganti dengan pertalite,” tegas Gentong.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com