SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Diprediksi Naik 5 Persen

  • Reporter:
  • Senin, 23 September 2019 | 13:15
  • Dibaca : 72 kali
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Diprediksi Naik 5 Persen
ilustrasi

BATAMKOTA – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau diprediksi mengalami pertumbuhan 5 persen hingga akhir tahun ini. Pada triwulan kedua tahun 2019, ekonomi Kepri tumbuh 3,9 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Fadjar Majardi mengatakan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan kedua tahun ini ditopang oleh kinerja investasi yang tumbuh menguat, serta pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang relatif stabil. Meskipun sedikit tertahan oleh kinerja net ekspor yang tercatat mengalami kontraksi.

“Investasi pada triwulan kedua tahun 2019 tumbuh menguat didorong oleh investasi PMA dan PMDN. Adapun konsumsi rumah tangga tumbuh relatif stabil namun sedikit lebih lambat dibandingkan triwulan satu tahun 2019,” kata Fadjar dalam Capacity Building Kehumasan BI Kepri di Jakarta, kemarin.

Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441H, katanya belum mampu mendorong penguatan konsumsi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh antisipasi pengeluaran yang lebih besar pada triwulan ketiga tahun 2019, seperti pengeluaran untuk tahun ajaran baru.

Fadjar mengatakan, pada triwulan kedua, kinerja net ekspor tercatat mengalami kontraksi setelah sebelumnya tumbuh positif pada triwulan satu. Bersumber dari perbaikan kontraksi impor luar negeri yang lebih baik dibandingkan perbaikan kontraksi ekspor luar negeri pada PDRB.

Sekadar diketahui, net ekspor Kepri pada triwulan kedua tahun 2019 berada di angka -6,25 persen. Sedangkan impor luar negeri berada di angka 12,29 persen, atau sedikit mengalami penurunan di mana pada triwulan satu impor luar negeri berada di angka 12,62 persen.

Ringkasan eksklusif perekonomian Kepri untuk PDRB (yoy), dari tahun 2017 sebesar 2,00 persen dan pada tahun 2018 naik menjadi 4,56 persen. Adapun inflasi Kepri pada triwulan satu tahun ini berada di angka 3,23 persen. “Inflasi tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya atau yoy. Pada triwulan empat tahun 2018, inflasi Kepri berada di angka 3,47 persen,”kata Fadjar.

Adapun proyeksi tahun 2019, tambah Fadjar, inflasi sepanjang tahun 2019 berada di kisaran 3,5 persen plus 1 persen (year to year). “Untuk proyeksi PDRB triwulan tiga tahun 2019 berada di angka 4,6 persen hingga 5 persen (year to year),” katanya.

20 Wartawan Kepri Ikuti Capacity Building

Sebanyak 20 jurnalis dari Provinsi Kepulauan Riau mengikuti kegiatan Capacity Building Kehumasan diselenggarakan Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri di Jakarta, Jumat-Minggu (20-22/9).

Kegiatan perdana diisi dengan kunjungan ke Kantor Pusat BI di Jakarta, tepatnya di Kantor Kontak Centre 131 Bank Indonedia. Di sini, puluhan jurnalis mendapatkan pengetahuan dan gambaran tentang Contact Centre 131 BI.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, mengatakan, kegiatan capacity building ini untuk meningkatkan kapasitas jurnalis akan pengetahuan dan wawasannya tentang Bank Indonesia.

“Harapannya agar teman-teman jurnalis di Provinsi Kepri dapat mengetahui dan meningkatkan pemahamannya tentang lokasi yang akan dikunjungi, seperti Contact Centre dan Museum BI nantinya,” ujar Fadjar.

Di Contact Centre Bicara 131 ini, Bank Indonesia melayani dan menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat, stakeholders dan juga perbankan. “Setiap hari, ada sekitar 20-30 pertanyaan yang kami layani,” ujar Silvia Sri Mustika, Asisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Silvia mengatakan, Contact Centre Bicara 131 telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional dan internasional. Kami juga terus meningakatkan kompetensi kami. Bicara 131 juga ada di bawah koordinasi Koordinasi Kemenkominfo.

“Kami juga bekerjasama dengan media-media nasiobal. Selain Contact centre, kami juga punya conten creator,” katanya.

Supervisor Contact centre Bicara 131 Bank Indonesia, Adrie Handria mengatakan, yang membedakan Bicara 131 dengan kontak centre lainnya milik kementerian/lembaga, Contact Centre Bicara 131 BI, selain memiliki tools On Air, juga memiliki kegiatan Off Air.

Off Air itu misalnya memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Adapun untuk konten kreator bertugas membuat kreasi berupa video (visual) berupa informasi penting kepada masyarajat misalnya tentang mata uang. Ada juga yaknj 5J. Dan perubahan tarif SKNBI.

“Setiap bulannya kita ada 6.000 interaksi yang ditangani 20 agen. Alhamdulliah contact bicara 131 merupakan satu-satunya kontak centre yang memiliki ISO 2015,” ujarnya. iwan sahputra

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com