SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perusahaan Korea Ikut Lelang Pengembangan Hang Nadim

  • Reporter:
  • Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:47
  • Dibaca : 324 kali
Perusahaan Korea Ikut Lelang Pengembangan Hang Nadim
Bandara Hang Nadim Batam. DOK SINDO BATAM

NONGSA – Badan Pengusahaan (BP) Batam masih mencari sistem kerja sama dengan swasta yang tepat, sebelum memulai tahapan lelang pengembangan Bandara Internaisonal Hang Nadim Batam. Rencananya lelang akan dimulai awal Desember mendatang. Tak hanya investor dalam negeri, beberapa investor asing juga menyatakan tertarik ingin ikut serta.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, pada dasarnya konsep pengembangan Bandara Hang Nadim sudah jelas. Selain perluasan terminal, nantinya juga akan dilakukan perluasan kargo untuk logistik. Saat ini BP Batam masih mencari sistem yang terbaik untuk kerja sama dengan pihak swasta.

“Kalau yang minat sudah banyak. Hari ini (kemarin) kami juga menerima perusahaan asal Korea yang ingin ikut serta proses lelang pengembangan bandara,” ujarnya, Selasa (30/10).

Tahapan pertama yang akan dilakukan pengembangan adalah terminal, saat ini yang hanya memiliki daya tampung sekitar 5 juta, nanti diharapkan bisa menampung penumpang sekitar 10 juta. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengembangan kargo, yang didesain untuk mendukung Batam sebagai pusat logistik.

Terkait dengan pengelolaan bandara, Suwarso mengaku, saat ini juga tidak sedikit investor yang ingin juga mengelola. Hanya saja sejauh ini pihaknya belum melakukan pembahasan untuk kerja sama dengan pihak swasta, sehingga kemungkinan besar tetap BP Batam yang mengelola Bandara Hang Nadim.

“Saat ini kami lebih fokus terkait pengembangannya dulu. Jadi untuk pengelolaanya nanti masih di BP Batam. Target kami Desember tahapan lelang dimulai,” kata Suwarso.

Saat ini luas lahan di kawasan bandara sekitar 1.762 hektare, dari luasan itu baru 35 persen yang sudah dikembangkan. Sehingga pimpinan BP Batam ingin bagaimana sisa luas lahan yang belum digunakan ini bisa dimaksimalkan. Sebagaimana sesuai dengan konsep yang telah dibuat oleh bagian perencanaan BP Batam, sehingga investor nantinya bisa membangun sesuai dengan apa yang diinginkan BP Batam.

Suwarso mengatakan, sejauh ini, pengembangan lahan bandara baru dilakukan oleh maskapai Lion Air. Dari rencana awal 12 hektare untuk pengembangan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, Batam Aero Technic (BAT), sejauh ini sudah ada empat hektare lahan yang terpakai.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, mundurnya jadwal pelaksanaan tender karena ada beberapa hal. Salah satunya adalah BP Batam perlu dukungan dari Kementerian Keuangan, karena dalam kebijakan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dibutuhkan transaction advisory dan perusahaan penjamin infrastruktur.

“Pada prinsipnya Kemenkeu sudah bersedia, jadi mudah-mudahan Desember nanti sudah mulai jalan proses tendernya,” kata Lukita.

Dalam master plan pengembangan, pihaknya akan menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim menjadi Hub Logistik Dagang Elektronik di Indonesia. Jumlah investor yang tertarik mengembangkan bandara terus bertambah, saat ini sudah lebih dari 20 perusahaan yang sudah melakukan penjajakan.

“Investor yang tertarik dengan rencana ini rata-rata sudah bertaraf internasional dan sudah sangat berpangalaman di bidang pengelolaan bandara,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com