SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Perusahaan Rintisan Butuh Regulasi

  • Reporter:
  • Selasa, 13 Maret 2018 | 15:08
  • Dibaca : 132 kali
Perusahaan Rintisan Butuh Regulasi
ilustrasi

BATAM KOTA – Pebisnis yang masuk kategori rintisan (start up) membutuhkan regulasi yang jelas untuk membantu perkembangannya dalam mengarungi ekonomi kreatif. Pasalnya sampai saat ini belum ada aturan yang jelas dan spesifik mengatur terkait dengan bisnis digital ini.

Sekretaris Asosiasi Digital Enterpreneur Indonesia (ADEI) Kepri, Ammar Satria mengatakan saat ini banyak perusahaan perintis (start up company) asing yang menjalankan bisnisnya Indonesia tanpa membuka kantor perwakilan. Secara tak langsung, aturan yang harusnya dipenuhi menjadi tidak 100 persen dilakukan oleh perusahaan perintis asing.

Menurut dia, tidak ada acuan yang tegas, kecuali Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kepress Nomor 6 tahun 2015 tentang pembentukan Bekraf. Dalam aturan tersebut ada mengenai sektor ekonomi digital, tapi tidak mengatur secara spesifik terkait dengan keberadaan perusahaan perintis.

“Contohnya Uber yang berbisnis di Batam, tapi kantornya tak ada di sini. Sudah dilarang, tapi masih bisa beroperasi sampai sekarang,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com