SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peserta BPJS Kesehatan 432.549 Jiwa

  • Reporter:
  • Kamis, 10 Januari 2019 | 12:13
  • Dibaca : 102 kali
Peserta BPJS Kesehatan 432.549 Jiwa
ilustrasi

PINANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tanjungpinang mencatat jumlah kepesertaan di lima kabupaten/kota mencapai 432.549 jiwa. BPJS Kesehetan menargetkan semua warga di Tanjungpinang, Bintan, Natuna, Anambas dan Lingga terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Pintar (JKN-KIS).

Kabid Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang Agusrianto mengatakan, capaian kepesertaan JKN-KIS BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang di antaranya, Kota Tanjungpinang terdaftar 176.959 orang dari jumlah penduduk 216.084 orang, Kabupaten Bintan terdaftar 112.314 orang dari penduduk 153.675 orang, Kabupaten Lingga terdaftar 58.594 orang dari penduduk 100.243 orang dan Kabupaten Natuna 45.903 orang dari penduduk 80.558 orang serta Kabupaten Anambas 45.903 dari penduduk 45.347 orang.

“Sampai 2018 lalu capaian kita terkait kepersertaan baru di Natuna dan Anambas, semua warga sudah terdaftar,” kata Agusrianto, Rabu (9/1).

Ia mengatakan, pihaknya berupaya agar semua warga di wilayah kerjanya terdaftar sebagai kepesertaan BPJS Kesehatan. Terutama warga yang belum terdaftar di Tanjungpinang, Bintan dan Lingga. Sebab, sampai saat ini masih banyak warga yang terdata belum memiliki kartu BPJS Kesehatan. “Tahun ini kita upayakan target tercapai di wilayah Tanjungpinang, Bintan dan Lingga,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 11 Rumah Sakit (RS) di wilayah kerjanya. Pihaknya terus menjalankan program kerja tahun sebelumnya dan mencoba inovasi baru. “Semakin banyak peserta otomatis fasiliyas kesehatan harus banyak juga,” ujarnya.

BPJS Kesehatan juga segera mendatangi badan perusahaan agar mendaftarkan pekerjanya. Pihaknya juga meminta pemerintah daerah untuk menaikkan jumlah kuota warga miskin yang ditanggung dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Kita harap pemerintah untuk menambah kuotanya agar segera mendaftarkan warganya yang kurang mampu,” ujarnya.

Ketika ditanya jumlah klaim yang sudah dibayarkan BPJS kepada fasilitas kesehatan, Agusrionto enggan berkomentar karena khawatir pihak rekanan tersinggung. Namun ia menegaskan, telah membayar klaim yang diajukan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

“Tanjungpinang paling banyak jumlah klaimnya. Tidak ada masalah dengan isu-isu pemutusan kerja dengan pihak rumah sakit di wilayah kita. Sampai sekarang pelayana masih normal,” katanya. muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com