SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peserta JKN Banyak Turun Kelas

  • Reporter:
  • Jumat, 13 Desember 2019 | 11:25
  • Dibaca : 210 kali
Peserta JKN Banyak Turun Kelas
ilustrasi

BATAMKOTA – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan Cabang Batam banyak turun kelas. Terhitung 1 Januari 2020 mendatang, iuran BPJS Kesehatan akan naik sebesar 100 persen.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maucensia Septrina mengatakan, penurunan ini terlihat dari presentase kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Batam yang mengajukan penurunan kelas dari kelas I dan II ke kelas III.

“Penurunan kelas untuk peserta mandiri, turun hingga 0,1 persen dari total jumlah peserta yang ada di Batam. Hal ini, berdasarkan data yang masuk ke kami pada November hingga Desember,” ujarnya di Kantor BPJS Kesehatan Batam, Batam Centre, Kamis (12/12).

Meski terjadi perpindahan kelas, tambahnya , pihaknya memastikan tidak ada perubahan dan pelayanan, bedanya hanya pada ruang rawat inap untuk peserta saja. Sementara obat dan perawatannya sama.

“Tidak ada perubahan dalam hal pelayanan terkait turun kelas ini. Hanya saja, yang membedakan pada ruang rawat inap saja,” terangnya.

Menurut dia, keinginan untuk menurunkan kelas pelayanan kesehatan adalah hak dari setiap warga dan tidak bisa dilarang. Alasannya bisa saja setiap orang berbeda-beda.

Pihaknya pasti akan membantu proses penurunan kelas bagi para peserta BPJS Kesehatan. Asalkan mereka datang ke Kantor BPJS terdekat dan mengajukan penurunan kelas.

“Untuk mengajukan perubahan kelas, misalnya turun dari kelas I ke kelas II dan kelas II ke kelas III itu baru bisa dilakukan jika yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai peserta minimal satu tahun,” ujarnya.

BPJS Kesehatan Batam juga akan melakukan sosialisasi kenaikan iuran kepada masyarakat dengan sistem jemput bola. Langkah itu dilakukan bertujuan agar masyarakat mengetahui besaran iuran yang dibayarkan setiap bulannya.

Seperti diketahui, pemerintah resmi menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tahun depan.

Kenaikan iuran ini, sesuai dengan usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Di mana kenaikan ini, resmi diberlakukan pasca ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan oleh Presiden Joko Widodo, pada 24 Oktober 2019 lalu.

Dalam Perpres tersebut, iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) meningkat menjadi Rp42 ribu dari saat ini sebesar Rp25.500, sebagaimana tertuang alam pasal 29. Dan Kenaikan iuran PBI yang berasal dari anggaran pemerintah ini akan berlaku surut pada 1 Agustus 2019.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam, Mauncensia Septrina mengatakan, kenaikan iuran terjadi terhadap seluruh segmen peserta.

Di mana iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas 3 akan meningkat menjadi Rp42 ribu, dari saat ini sebesar Rp25.500. Sementara iuran peserta yang masuk dalam kategori mandiri Kelas 2 akan meningkat menjadi Rp110 ribu dari saat ini sebesar Rp51 ribu. Lalu, iuran peserta Kelas 1, akan naik menjadi Rp160 ribu dari saat ini sebesar Rp80 ribu.

Sedangkan perubahan perhitungan iuran Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) juga terjadi dan dialami untuk jenis pekerjaan ASN, TNI dan Polri. Besaran iuran sebesar 5 persen dari gaji per bulan terdiri dari 4 persen yang dibayar oleh pemberi kerja dan 1 persen dibayar oleh peserta.

“Sebelumnya pemberi kerja membayar 3 persen dan peserta 2 persen,” katanya.

Sementara itu, dalam pasal 32 yang mengatur batas tertinggi dari gaji per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran iuran peserta PPU, mengalami peningkatan menjadi Rp12 juta. Saat ini batas atas tersebut masih sebesar Rp8 juta.

Selain itu, saat ini penghasilan atau gaji digunakan sebagai dasar perhitungan iuran bagi peserta PPU. Yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja.

Sebelumnya, yang dijadikan dasar perhitungan hanya gaji pokok dan tunjangan keluarga. Oleh karenq itu, tambahnya, BPJS Kesehatan siap berkeliling menyambangi pelosok negeri melalui layanan jemput bola Mobile Customer Service (MCS).

Di mana dalam satu harinya, MCS BPJS Kesehatan akan berkeliling sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh kantor cabang BPJS Kesehatan di masing-masing wilayah.

“Masyarakat jangan ragu untuk mendatangi MCS bila melihatnya sedang berhenti misalnya di kantor kelurahan, alun alun pusat kota, di pasar dll. MCS kita dilengkapi dengan ‘infrastruktur pendukung operasional pelayanan peserta,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com