SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peserta Magang ke Jepang Jalani Tes Kesehatan

  • Reporter:
  • Senin, 23 September 2019 | 13:46
  • Dibaca : 85 kali
Peserta Magang ke Jepang Jalani Tes Kesehatan
ilustrasi

SEKUPANG – Sebanyak 30 peserta seleksi magang ke Jepang akan mengikuti ujian akhir sebelum diberangkatkan. Mereka akan menjalani tes kesehatan atau medical check up sebagai syarat akhir.

“Sudah diputuskan 30 orang yang lolos seleksi dan diberangkatkan ke Jepang. Tapi finalnya, di medical. Seleksi terakhir melalui medical cek up untuk mengetahui kesehatannya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Syakakirti, Minggu (22/9).

Ia mengatakan, tidak ada batasan kuota peserta yang mengikuti pemagangan di Negeri Sakura itu. Jika semua peserta lulus tes kesehatan, maka seluruhnya akan diberangkatkan.

“Kuota tidak dibatasi. Tapi yang sampai sekarang bertahan sekitar itu. Kalau lolos semua, semua berangkat. Satu kelas 30 orang untuk kursus. Jadi bisa lolos semua,” ujarnya.

Rudi mengatakan, para peserta nantinya akan disekolahkan selama tiga bulan untuk diberikan pembekalan di Jakarta. Mereka akan mendapatkan pelajaran bahasa Jepang dan yang lainnya. “Itu untuk membekali bahasa mereka,” katanya.

Sebelumnya Disnaker Batam juga sudah memberikan pelatihan kepada peserta seleksi yang meliputi pelatihan fisik dari Polda Kepri, matematika dan bahasa.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini juga mengatakan, proses seleksi pemagangan ke Jepang sangat sulit karena standar kerja di Jepang tinggi dibandingkan standar di Indonesia.

“Kalau ada 30 orang saja yang lulus saya sudah senang sekali, kita memang harapkan bisa lulus semua,” katanya.

Kota Batam, lanjutnya merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Tenaga Kerjq (Kemenaker) untuk melakukan proses seleksi magang ke Jepang.

“Tapi saya pernah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) Kemenaker perihal program magang ini. Saat itu dibilang, memberikan Batam, khusus,” katanya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga berharap banyak anak Batam yang dibawa ke Jepang untuk pemagangan. Karena itu ia juga memberikan motivasi kepada para peserta tidak pernah berhenti untuk terus belajar.

“Penentunya kemampuan individu masing-masing. Dengan motivasi tadi mudah-mudahan mereka belajar kembali dan latihan fisik lagi. Guna mempersiapkan diri sehingga memenuhi standar kelulusan,” kata Rudi.

Dan bagi yang lulus ke Jepang nanti, diharapkan bisa berbagi informasi dengan adik-adiknya atau rekan seusianya di Batam. Apa saja yang dibutuhkan oleh Jepang untuk tenaga kerja. “Sehingga bagi yang berminat juga bisa mempersiapkan diri sejak jauh hari,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com