SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pesona Alam Pulau Peucang di Ujung Kulon

  • Reporter:
  • Sabtu, 6 Mei 2017 | 21:24
  • Dibaca : 331 kali
Pesona Alam Pulau Peucang di Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) sudah sangat familiar di telinga. Sebuah daerah di Banten yang dikenal sebagai habitat binatang langka Badak Bercula Satu. Kawasan ini menyimpan pesona alam memikat.

TNUK merupakan kawasan taman nasional tertua di Indonesia. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) meresmikannya sebagai salah satu Warisan Dunia pada tahun 1991. Letaknya berada di paling barat Pulau Jawa. Berbatasan langsung dengan Pulau Sumatera.

Di sekitarnya terdapat gugusan pulau-pulau kecil berhadapan langsung dengan laut lepas Samudera Hindia. Salah satu pulau yang menjadi incaran para petualang adalah Pulau Peucang, salah satu pulau tak berpenghuni di Ujung Kulon. Hanya ditempati penjaga pulau.

Pesona pantai di Pulau Peucang menyuguhkan keindahan sekaligus ketenangan. Pasir putihnya sangat lembut, bagai tepung saja. Airnya sebening kristal. Segerombolan ikan-ikan berenang-renang seirama di dalam air, tampak jelas dari permukaan.

Tak terlihat riak gelombang yang mengalun. Permukaan laut di tepi pantai terlihat tenang. Pantai ini jarang dijamah wisatawan, mengingat akses lokasinya yang cukup sulit ditempuh. Rata-rata yang berkunjung ke sini para petualang yang menyukai tantangan.

Berkunjung ke pantai ini serasa milik sendiri. Sepi. Tidak ada pengunjung selain penjaga pulau. Garis pantainya sekitar 500 meter. Sangat cocok untuk dijadikan tempat relaksasi. Melepas penat selama bekerja. Menyegarkan pikiran. Menge-charge kembali energi sebelum dihadapkan dengan rutinitas.

Pulau Peucang dihuni monyet-monyet liar. Tetapi tidak perlu khawatir, hewan primata ini tidak mengganggu. Namun hati-hati meletakkan barang-barang, karena tangan-tangan jahil monyet-monyet tersebut siap beraksi.

Terdapat ucapan Selamat Datang di Pulau Peucang di sebuah spanduk berbahan tembok. Tingginya satu setengah meter. Cocok dijadikan tempat mengabadikan momen. Bukti kenangan di masa mendatang bahwa pernah menjejakkan kaki di taman nasional bersejarah nan eksotis ini.

Menuju ke Sana
Pulau Peucang salah satu pulau kecil di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Akses menuju pulau cantik ini tidak semudah mengunjungi tempat-tempat wisata pada umumnya.

Para petualang yang berkunjung ke Ujung Kulon biasanya berangkat dari Jakarta. Ibukota negara memang berbatasan dengan Banten, provinsi yang menaungi Ujung Kulon. Namun, letak Ujung Kulon berada di ujung barat Pulau Jawa.

Dari Jakarta sebaiknya menyewa kendaraan roda empat. Karena tidak ada angkutan umum menuju ke Ujung Kulon yang berada di pelosok Pulau Jawa. Lama perjalanan dari Jakarta ke Ujung Kulon memakan waktu tujuh jam. Sebaiknya berangkat pada malam hari agar tiba di pagi hari.

Saat memasuki pusat kota di Banten, perjalanan masih dilanjutkan ke sebuah desa di pelosok Pulau Jawa bernama Taman Jaya. Jarak tempuh dari pusat kota ke Desa Taman Jaya sekitar satu setengah jam perjalanan.

Sejatinya, jarak tempuh ke desa ini jauh lebih cepat. Hanya saja, karena jalanan belum beraspal dan masih beralas tanah keras nan bergelombang, perjalanan menjadi lebih lama dan harus siap menghadapi goncangan medan jalan.

Setibanya di Taman Jaya, diwajibkan untuk meminta izin kepada petugas TNUK yang merupakan warga setempat yang bernama Pak Komar, sebelum menyeberang ke pulau-pulau di sekitarnya.

Semua perlengkapan sudah tersedia mulai dari kapal kayu atau pompong, life jacket, hingga tukang masak untuk makan selama di pulau-pulau tersebut. Tentu saja semua fasilitas tersebut harus disewa. Umumnya, para petualang yang bertandang ke Ujung Kulon menginap di pulau selama tiga hari dengan membawa tenda.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com