SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pesta Sabu, PNS TNI AL Dipenjara 32 Bulan

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Juni 2017 | 12:30
  • Dibaca : 185 kali
Pesta Sabu, PNS TNI AL Dipenjara 32 Bulan
Tiga terdakwa kasus pesta narkoba di asrama TNI AL dibawa petugas usai mendengar vonis di PN Tanjungpinang, Selasa (6/6). JOKO SULISTYO

PINANG – Sri Haryanti (37), oknum PNS TNI AL dan dua temannya, Dedy Oktopurnawan alias Ame (31) serta Yuyun Mida (31), divonis hukuman 32 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (6/6). Ketiganya ditangkap polisi saat pesta sabu dan ekstasi di Komplek TNI AL, Jalan Cut Nyak Dien, Tanjungpinang Barat, Jumat (11/11/16) sekira pukul 02.30.

“Terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika jenis sabu secara bersama, menghukum terdakwa masing-masing 2 tahun 8 bulan penjara dikurangkan seluruhnya masa tahanan yang telah dilalui dari pidana yang dijatuhkan,” ujar Ketua Majelis Hakim Eduart MP Sihaloho didampingi hakim anggota Hendah Karmila Dewi dan Ramauli Hotnaria Purba.

Selain tiga orang itu, di ruang sidang yang sama pada persidangan sebelumnya, Majelis Hakim juga membacakan vonis untuk terdakwa Afrinaldi (30), pihak yang menjual narkoba kepada Sri Haryanti dan kawan-kawan.

“Menghukum terdakwa Afrinaldi dengan hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp1 miliar,” kata Eduart.

Eduart mengatakan, apabila terdakwa tidak dapat membayar denda, maka akan diganti dengan 3 bulan kurungan penjara.

Usai mendengan pembacaan vonis, keempat terdakwa yang dimintai tanggapannya langsung mengajukan sikap menerima putusan tersebut. Sementara, Jaksa Penuntut Umum Umum Zaldi Akri yang diwakili Haryo Nugroho mengatakan masih pikir-pikir.

Pada sidang sebelumnya, JPU Zaldi Akri menyebutkan, ketiga terdakwa tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis ekstasi dan abu.

Hasil analisa laboratorium barang bukti narkotika Nomor:LAB: 13600/NNF/2016, tanggal 19 Desember 2016, yang dibuat dan ditandatangani Zulni Erma, Jabatan Kasubbid Narkobafor pada Laboratorium Forensik Cabang Medan, dan Deliana Naiborhu Jabatan Paur Subbid Narkobafor pada Laboratorium Forensik Cabang Medan menyebutkan, barang bukti A milik terdakwa adalah positif metamfetamina dan terdaftar dalam golongan I, serta barang bukti B positif MDMA dan terdaftar dalam golongan I.

Berdasarkan Berita Acara Penimbangan yang ditandatangani Hendra Mulyadi, Pimpinan Cabang PT Pegadaian ( Persero) Tanjungpinang dan M Syukri, pegawai PT Pegadaian (Persero) Tanjungpinang, telah ditimbang barang bukti 7 butir pil warnah biru berlogo R diduga ekstasi dengan berat bersih 1.99 gram.

Zaldi menyatakan, ketiga terdakwa diancam pidana Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Perbuatan para terdakwa juga diancam pidana dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHPidana.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com