SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peta Tata Ruang Dukung Perencanaan Pembangunan

  • Reporter:
  • Rabu, 5 Desember 2018 | 15:17
  • Dibaca : 70 kali
Peta Tata Ruang Dukung Perencanaan Pembangunan
Pemukiman di Batam yang kaian hari semangkin padat seprti yang terlihat di pemukiman Seraya . Selasa,(29/4). F Arrazy Aditya

BENGKONG – Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sangat dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan Kota Batam. Hal ini dikarenakan rencana tata ruang yang ada saat ini sudah tak digunakan lagi, sehingga penataan kota menjadi amburadul.

“Dua tahun ini saya coba tata kembali. Sesuai yang direncanakan Pak Habibie. Bagaimana bisa kita mengembalikan, sehingga Batam jadi tujuan wisata dan industri dari luar,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (4/12).

Pemko Batam menggandeng BIG untuk pengadaan peta dasar RDTR Kota Batam. Sampai saat ini Batam belum memiliki peta dasar, sehingga perlu dilakukan untuk rencana detail tata ruang pembangunan Kota Batam ke depan.

Ia berharap tata ruang Batam benar-benar selesai. Sehingga pemberian izin nantinya tidak tumpang tindih lagi seperti yang terjadi selama ini. Rudi mengaku akan terus berkomitmen untuk menata kembali Batam yang lebih baik. Sehingga persoalan-persoalan yang ada bertahap akan diselesaikan

“Mulai pelan-pelan kami selesaikan. Apa yang sudah kami lakukan dua tahun ini mulai nampak hasilnya dengan kunjungan wisatawan. Biasa hanya 1,4 juta sekarang sampai November sudah 1,8 juta. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi hanya satu koma. Hari ini sudah kembali mendekati 5 persen,” kata Rudi.

Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin menyarankan agar peta yang dibuat dengan skala lebih detail, yakni 1:1.000. Sebab, peta ini sangat diperlukan apabila Batam ingin menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Begitu juga apabila Batam ini menjadi kota cerdas atau smart city, dibutuhkan peta tiga dimensi berskala 1:1.000

“Saran saya kalau bisa Batam buat 1:1.000. Karena otomatis 1:5.000 dapat. Dan BPN juga butuh 1:2.500. Kalau buat yang 1:5.000 tak dapat,” ujarnya.

Menurut dia, Batam memungkinkan untuk buat peta 1:1.000. Karena luasan Batam yang tak terlalu besar. Bisa dilakukan dengan foto udara dan bidang. Saat ini baru Surabaya, Bandung, dan Medan yang sudah memiliki peta skala tersebut. Pihaknya mendorong Batam berikutnya yang memiliki perta skala 1:1.000.

Terkait RDTR, baru 2 persen dari 1.838 pengajuan. Ketersediaan RDTR ini juga penting bagi investasi. Karena kegunaan RDTR juga adalah sebagai pendukung online single submission (OSS) untuk percepatan perizinan.

“Kalau RDTR belum selesai, investor mau masuk juga repot. Jangan sampai terjadi seperti Bekasi. Kami membantu siapkan peta dasarnya. Kami berusaha mempercepat dengan bantuan CSRT (citra satelit resolusi tinggi) Lapan (lembaga antariksa dan penerbangan nasional),” kata Zainal. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com