SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Petani Gelar Bazar di Kantor Bupati

  • Reporter:
  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:09
  • Dibaca : 256 kali
Petani Gelar Bazar di Kantor Bupati
Salah satu petani menujukkan hasil panen yang dijual dalam bazar di depan Kantor Bupati. f jamariken tambunan

LINGGA – Petani Desa Panggak Darat menggelar bazar di depan Kantor Bupati Lingga untuk memeriahkan tiga tahun periode Bupati Lingga Alias Wello dan Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Kamis (14/2). Dalam kegiatan tersebut, petani menjual beras hasil panen di Desa Panggak Barat, Desa Bukit Langkap dan Desa Resang.

Kepala Desa Panggak Darat Zulmafriza mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa program pertanian yang digaungkan oleh Awe-Nizar, terutama di tiga desa tersebut berhasil. Menurutnya, tidak ada yang tidak mungkin jika semua itu dilakukan bersama dengan dukungan yang maksimal oleh pemerintah. “Antusias masyarakat yang ingin merasakan beras hasil panen di Bumi Tanah Melayu sangat ramai sekali. Sampai-sampai kemarin malam kami membatasi pembelian per orang hanya boleh satu karung berat 5 kilogram dengan harga Rp60.000,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembatasan jumlah pembelian tersebut dilakukan agar masyarakat Lingga bisa merasakan beras lokal tersebut walau sedikit. Jika semua beras yang sudah dipaketkan itu dipajang pada stan, tidak menutup kemungkinan akan ludes sebelum malam penutupan bazar berakhir pada 18 Februari mendatang.

“Kemarin malam kami bawa 100 karung yang beratnya 5 kilogram, hanya sisa beberapa karung saja. Sekarang yang di Bukit Langkap sedang panen ada lebih kurang 1,5 ton dalam proses penjemuran dan penggilingan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita sediakan untuk masyarakat,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Reja itu menjelaskan, keseluruhan jumlah beras dari hasil panen warga tiga desa tersebut mencapai 6-7 ton lebih. Tapi sebagian petani tidak menjual ke desa, melainkan untuk konsumsi sendiri atau dibagikan kepada sanak keluarga. “Kami juga ada giling di stan gabahnya yang sudah disiapkan sekitar 1 ton. Ini kami lakukan untuk pengenalan proses jadinya beras dari padi. 1 ton gabah itu biasanya menjadi 600-700 kilogram beras. Kemarin malam saja banyak juga yang mau langsung beli siap digiling,” katanya.

Adapun jumlah beras yang sudah dipaketkan untuk dijual pada ekspos tiga tahun masa kepemimpinan Awe-Nizar itu berjumlah sekitar 600 karung. Per karung beratnya yakni 5 kg dan dihargai Rp60.000. Artinya, 1 kg beras tersebut seharga Rp12.000. Maka, bagi yang penasaran ingin mencoba beras lokal asli Kabupaten Lingga, ayo mampir ke stan Desa Panggak Darat di Halaman Kantor Bupati Lingga, Daik. Stand ini buka dari sore hingga malam hari selama kegiatan syukuran tiga tahun Awe-Nizar itu berlangsung.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com