SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Petugas Gagalkan Penyelundupan 95.750 Bayi Lobster

  • Reporter:
  • Rabu, 26 Desember 2018 | 09:39
  • Dibaca : 198 kali
Petugas Gagalkan Penyelundupan 95.750 Bayi Lobster
Sebanyak 95.750 ekor benih lobster jenis mutiara dan pasir senilai Rp12 Miliar dilepaskan di perairan Takong Hiu, Karimun, Selasa (25/12) siang.

KARIMUN – Petugas Bea dan Cukai Kepri menggagalkan penyelundupan baby lobster atau benih lobster sebanyak 95.750 benih dengan nilai Rp12 miliar. Lobster dibawa beberapa penyelundup dengan speedboat yang diduga tujuan Singapura.

“High Speed Craft berhasil kami kepung, tapi pelaku melarikan diri,” ungkap Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto dalam konferensi pers di kantornya, kemarin.

Kapal Patroli Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Khusus Kepri dan KPU BC Tipe B Batam menegah High Speed Craft (HSC) bermuatan puluhan ribu Baby Lobster (Nephropidae sp) di perairan Pulau Buluh Patah Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (24/12) sekira pukul 09.30.

Penegahan terhadap kapal tersebut dilakukan setelah Kanwil DJBC Khusus Kepri menerima informasi terkait adanya rencana penyeludupan baby lobster keluar area Pabean Indonesia.

Agus Yulianto menjelaskan, dari informasi itu, selanjutnya Kapal Patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri bersama KPU BC Batam langsung melakukan penyisiran di Perairan yang diinformasikan dan mendapati Speed berkecepatan tinggi melintas perairan itu.

“Petugas langsung melakukan pengejaran dengan menghidupkan lampu polisi dan memberi tembakan peringatan. Namun usaha itu tidak diindahkan dan speedboat tersebut terus berupaya melarikan diri,” ujar Agus.

Karena tidak kunjung berhenti setelah diberikan peringatan, selanjutnya petugas meminta bantuan armada lainnya untuk membantu pengejaran terhadap kapal bermuatan baby lobster tersebut. Hasilnya, HSC berhasil dikepung dan didesak untuk berhenti.

“HSC berhasil kita lakukan pengepungan. Namun para tersangka yang terdesak, kemudian mengkandaskan speedboat ke dalam hutan bakau dan melarikan diri,”katanya.

Selanjutnya, kata Agus petugas langsung melajukan pemeriksaan pendahuluan terhadap kapal tersebut dan ditemukan 13 kotak Polystyrene yang berisikan 95.750 baby lobster.

“Ada dua jenis baby lobster yakni Pasir dan Mutiara, masing masing untuk jenis baby lobster pasir berjumlah 87.500 ekor dan Jenis baby lobster mutiara sebanyak 8,750 ekor,” katanya.

Sementara untuk para pelaku penyeludupan, Agus mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah pastinya karena pelaku langsung melarikan diri setelah mengkandaskan kapal. Sementara untuk tujuan dan asal kapal tersebut pihaknya masih belum mengetahui secara pasti karena tidak ditemukan dokumen kapal saat penangkapan. “Untuk tujuan dipastikan ke luar negeri atau Singapura. Namun untuk asalnya sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan, apakah berasal dari wilayah sekitar atau bukan,” katanya.

Agus mengatakan, benih baby lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 58/Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster dan rajungan dari wilayah Indonesia. “Untuk satu ekor baby lobster jenis pasir itu nilainya Rp116,888 sedangkan Jenis Mutiara perekornya dijual Rp 219,165. Diperkirakan total nilai keseluruhannya mencapai Rp12,086,949,750,” katanya. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com