SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Petugas PTSP Dilatih Gunakan OSS

  • Reporter:
  • Sabtu, 14 Juli 2018 | 14:24
  • Dibaca : 285 kali
Petugas PTSP Dilatih Gunakan OSS
Ketua Tim Persiapan Sistem OSS Muwasiq M Noor mensosialisasikan sistem OSS kepada tenaga pelayanan perizinan BP dan Pemko Batam di BP Batam, kemarin. /ist

BATAM KOTA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meminta petugas PTSP Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam menguasai sistem online single submission (OSS) agar sistem tersebut berjalan optimal.

Ketua Tim Persiapan Sistem OSS Muwasiq M Noor mengatakan Batam menjadi kota pertama sosialisasi penerapan OSS sejak diluncurkan Senin (9/7/2018) kemarin.

Menko Darmin, lanjut dia, meminta Batam jadi prioritas karena adalah kota tujuan investasi di Indonesia. Sosialisasi pertama itu ditujukan utama sekali untuk pegawai pemerintah yang bertugas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Seluruh tenaga pelayanan perizinan BP dan Pemko mendapat pelatihan khusus dari Kemenko Perekonomian. Mereka dipaparkan secara detail simulasi penggunaan sistem OSS, termasuk juga SOP serta tahapan yang harus dilalui selama menggunakkan OSS.

“Ujung tombaknya di PTSP BP dan Pemko, karena investor akan datang ke situ,” papar Muwasiq di sela-sela bimbingan teknik dan sosialisasi OSS di BP Batam, kemarin.

Sosialisasi kemarin diikuti petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam dan Pemko Batam. Mereka dibekali pemahaman awal tentang sistem pengajuan izin usaha yang akan terintegrasi dari daerah ke pemerintah pusat.

Musawiq mengatakan sistem OSS merombak habis pelayanan perizinan berusaha di Indonesia sehingga butuh SDM demi mengoptimalkan sistem itu.

Program OSS bisa berjalan dengan mulus kata Muwasiq apabila petugas di bagian PTSP dapat memberikan penjelasan dengan baik kepada calon investor.

“Dari yang dulu interaksinya petugas, sekarang seluruhnya by sistem komputer,” kata Muwasiq.

Dengan OSS, kata dia, proses perizinan yang tersebar ke daerah akan berjalan secara otomatis, dari yang punya kawasan sampai tidak memiliki kawasan.

Sosialisasi dinilai sebagai kunci agar implementasi program baru tersebut dapat berjalan. Ada dua cara pendekatan menggunakan sistem ini. Pertama melalui mandiri yaitu, calon investor atau masyarakat bisa mengupload sendiri persyaratan melalui komputer. Yang kedua adalah layanan perbantuan.

Ssistem bantuan yaitu investor datang ke PTSP dan petugas menyampaikan apa-apa saja yang diperlukan sebelum masuk ke sistem OSS.

Di luar itu, Musawiq sempat menjelaskan tentang Ruang Detail Tata Ruang (RDTR). Dia menyebut desain tata ruang itu merupakan kunci utama pembangunan. Indonesia sedang melakukan penataan agar calon investor dan masyarakat tahu dengan jelas area-area yang dapat digunakan untuk berinvestasi dan lainnya.

“Ini area perumahan, jadi enggak boleh jadikan toko. Ini area industri dan enggak boleh dijadikan perumahan dan sebagainya,” kata dia.

Dari 500 daerah yang menggunakan OSS, hanya 40 daerah yang sudah memiliki RDTR, termasuk Batam. Tapi, RDTR milik Batam banyak kebocoran dan tumpang tindih dengan RTRW yang lainnya.

“Kami juga sedang kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk memperbaiki ini. Jadi gampang nanti, tinggal diklik saja lokasinya,” kata dia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Bambang Purwanto mengatakan setelah sosialisasi terhadap tenaga pelayanan perizinan investasi, sosialisasi OSS akan diberikan kepada dunia usaha dan notaris. Jadwalnya pada Kamis (19/7). “Kami akan undang pelaku usaha dari kawasan industri, asosiasi dan sebagainya, termasuk juga notaris,” ujar dia. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com