SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peuyeum Balls Legit untuk Buka Puasa

  • Reporter:
  • Senin, 19 Juni 2017 | 12:56
  • Dibaca : 357 kali
Peuyeum Balls Legit untuk Buka Puasa
Peuyeum Balls Legit. Foto Teguh Prihatna.

Seperti namanya, peuyeum balls berbentuk bola-bola terbuat dari tapai singkong. Penganan ini hasil kreativitas Yanis Anisa. Rasanya legit dan renyah. Pas untuk makanan berbuka puasa.

Di Batam, peuyeum sulit ditemukan. Untuk mengatasinya, Yanis Anisa menggantinya dengan tapai biasa untuk penganan buka puasanya. Dengan catatan, tapai yang dipilih adalah jenis mentega. Menurut Yanis, di kota ini tapai tak banyak dijual seperti di daerah lain tetapi selalu ada di pasar-pasar tradisional. “Saya pakai tapai mentega berwarna kuning. Lebih lembut dan pulen. Di pasar ada,” kata Yanis di Tiban, Batam, Sabtu (17/6).

Peuyeum adalah makanan khas masyarakat Bandung, Jawa Barat. Singkong yang difermentasi menjadi jenis makanan tersendiri dikenal dengan nama tapai. Karena proses fermentasi, dagingnya menjadi lembek, berair, dan rasanya asam manis. Peuyeum adalah tapai dengan tekstur lebih padat, lebih manis, dan tidak berair.

Yanis menamakan penganan buatannya peuyeum balls atau bola-bola peuyeum. Terbuat dari tapai singkong, tepung terigu, gula halus, dan mentega. Cara membuatnya sangat mudah. “Dicampur semua bahan, diuleni, dibentuk bola-bola, lalu digoreng. Agar lebih mengembang, tambahkan baking powder atau fermipan,” katanya.

Yanis selalu membuat peuyeum balls lantaran kedua anaknya, ibu dari Nazwa Raia Khairunisa dan Azwan Karim Keraf, sangat suka. Bola-bola peuyeum disajikan dengan ditaburi gula halus, messes, keju, atau pasta cokelat. Agar lebih menarik, ia menghidangkan dengan cara kreatif, ditusuk seperti sate. “Anak saya yang laki-laki lebih suka bentuk bola biasa,” kata istri dari John Pehan Keraf ini.

Peuyeum balls adalah kreasi Yanis bila di rumah terdapat sisa tapai. Selain sebagai camilan di hari biasa, peuyeum ballas juga cocok untuk makanan berbuka puasa. “Sangat bisa untuk takjil. Karena rasanya manis,” katanya.

Dari bahan tapai, yanis juga suka membuat colenak, penganan dari Bandung singkatan dari dicocol enak. Colenak dibuat dari tapai yang dibakar. Menyantapnya dengan cara mencocol tapai bakar dengan larutan gula dan parutan kelapa. Berbeda dengaan peuyeum balls yang hanya disajikan untuk putera-puterinya di rumah, colenak termasuk salah satu menu makanan ringan di kafenya.

Demi Anak-anak
Yanis sebelumnya adalah wanita karir yang bekerja di perusahaan minyak dan gas di Batam. Demi dua anaknya, ia memutuskan untuk berhenti sejak Mei lalu. “Selama bekerja, saya tidak pernah mengurusi makanan mereka. Sekarang saya bisa memasak untuk anak-anak,” kata Yanis.

Namun berada di rumah tak membuat Yanis berhenti berkarya. Ia membuka kafe di areal SPBU Vitka Tiban. Karena berasal dari Bandung, Yanis menamakan kafenya Bandung Café. Menu yang disajikan pun makanan khas Kota Kembang, dari makanan ringan seperti colenak dan seblak hingga nasi tutug opak dan ayam pencok. “Dengan buka kafe seperti ini, saya tetap bisa bersama anak-anak,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com