SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PGN Jamin Pasokan Gas untuk Industri di Kepri

  • Reporter:
  • Senin, 17 September 2018 | 21:42
  • Dibaca : 64 kali
PGN Jamin Pasokan Gas untuk Industri di Kepri

BATAM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) memberikan jaminan pasokan gas kepada pelaku usaha industri di Kepri seiring pertumbuhan konsumsi gas alam yang pesat.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan perseroan menyusun rencana ekspansi dan investasi demi meningkatkan efisiensi dan keberlangsungan usaha sejalan dengan proyek pertumbuhan penggunaan gas.

Termasuk juga kegiatan penyediaan gas bumi di Kepri terutama di Kota Batam. Dia memastikan PGN mampu menjaga kelangsungan usaha terutama bagi sektor industri dan pembangkit listrik dengan menjaga penyediaan pasokan gas dengan harga yang kompetitif.

“Tujuan akhir dari rencana itupun tak lain adalah menyajikan harga gas yang lebih baik kepada pelanggan mulai dari segmen rumah tangga, pelanggan kecil, transportasi termasuk segmen industri jasa dan komersial serta industri manufaktur dan pembangkit listrik yang berkesinambungan dari sisi ketersediaan pasokan gas serta pengoperasian infrastruktur gas bumi yang andal,” ungkap Rachmat, kemarin.

Di sisi hulu, PGN yang bermitra dengan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), perlu memastikan adanya pasokan gas yang memadai. Untuk wilayah operasi di Batam, PGN mendapatkan pasokan gas dari ConocoPhillips (Cophi) di sumur Grissik sebagai K3S yang memasok gas bumi kepada PGN untuk selanjutnya disalurkan dan dikelola dengan baik agar dapat sampai ke pelanggan PGN.

Pemerintah, lanjut Rachmat, dalam mempertimbangkan keberlangsungan pasokan gas bumi yang memadai serta kebutuhan investasi maupun eksplorasi dari K3S, dalam waktu dekat ini mengizinkan ConocoPhillips menerapkan harga gas yang mengalami kenaikan sekitar 55% dari harga gas sebelumnya.

Penyesuaian harga gas Cophi tersebut takan memberikan dampak berupa penyesuaian harga jual gas bagi pelanggan PGN di Batam. Sebagaimana diketahui bahwa saat ini harga jual gas bumi PGN bagi Industri di Batam adalah sebesar USD5.72 /MMBTU dengan total pasokan gas sebesar 50 BBTUD.

Penetapan harga baru yang dilakukan oleh Cophi kepada PGN tersebut selain sejalan dengan rencana investasi dan eksplorasi serta penyediaan gas di wilayah Batam juga sehubungan dengan kontrak pasokan gas yang akan berakhir pada Oktober 2018 nanti.

Dalam melakukan rencana penyesuaian harga jual gas bumi tersebut, PGN telah menyusun kajian restrukturisasi harga gas yang mempertimbangkan banyak hal, termasuk komitmen menjamin pasokan gas yang dapat memberikan efisiensi dan mendukung kemajuan sektor industri, khususnya di wilayah Batam.

Dalam rencana penyesuaian harga jual gas ini, PGN telah memaparkan rencananya serta menerima banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari Kementrian Perindustrian serta para pelaku industri di Batam. PGN bersama Kadin Riau, HKI Batam, BP Batam dan para pelanggan gas bumi di sektor manufaktur lainnya, telah membahas rencana kebijakan ini terkait restrukturisasi harga sejalan dengan penetapan harga gas bumi Cophi tersebut.

“Intinya, penyesuaian harga mutlak dilakukan seiring patokan harga beli gas dari Cophi dinaikkan, tak lain untuk investasi jangka panjang dan menjamin pasokan gas tetap aman. Konsumen akan menerima benefit yang lebih baik, dan kami berkomitmen akan hal tersebut,” jelas Rachmat.

Dia menyatakan PGN terus berkomitmen menyediakan layanan terbaik bagi para pelanggan mulai dari pengguna gas di sektor transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil serta industri manufaktur termasuk pembangkit listrik.

Melalui portfolio produk yang telah dinikmati keunggulan dan kemudahannya oleh pelanggan yaitu: GasKita, GasKu, Gaslink maupun Sinergi. PGN terus memperluas cakupan layanannya untuk dapat dinikmati oleh lebih banyak lagi pelanggan gas bumi.
Hingga kini, terdapat lebih dari 4.800 pelanggan di Batam yang telah merasakan penggunaan gas bumi PGN dan mampu menciptakan nilai tambah secara optimal tidak sekedar menggunakan gas bumi saja tetapi secara nyata memberikan kontribusi penghematan dalam hal penggunaan bahan bakar dari gas bumi PGN tersebut.

Selain itu, PGN juga melayani kebutuhan pasokan gas bagi pembangkit listrik PLN termasuk Independen Power Producer (IPP) serta industri termasuk kawasan industri di Batam. “Semua segmen pelanggan PGN telah merasakan manfaat dan keunggulan pelayanan gas bumi dari PGN,” kata dia.

Pemerintah memproyeksikan bahwa penggunaan gas di sektor industri bakal meningkat pesat setiap tahun. Jika pada tahun lalu penggunaan gas bagi industri mencapai 30% dari total kebutuhan energi nasional, maka pada tahun ini diperkirakan akan mencapai 35% seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, bahwa kebutuhan energi bagi sektor industri mencapai 420.35 juta setara barel minyak atau barel oil equivalent (BOE) pada tahun 2016, dimana pasokan gas bumi telah menopang kebutuhan energi tersebut sebanyak 33.79%, atau setara 142.07 juta BOE. Karena itu, peran PGN dalam waktu mendatang kian besar dalam menyangga perekonomian nasional.

“Di Batam, sebagai salah satu kawasan yang mempunyai tingkat perekonomian paling dinamis. PGN telah memiliki peranan menjaga keberlangsungan kebutuhan energi serta kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Batam,” papar dia. chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com