SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pihak Sekolah Justru Salahkan Siswa yang Share Video

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 April 2018 | 15:27
  • Dibaca : 170 kali
Pihak Sekolah Justru Salahkan Siswa yang Share Video

BANYUMAS – Lagi-lagi dunia pen didikan tercoreng dengan tin dak kekerasan. Seorang guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), menampar siswanya di depan siswa lain kemarin pagi.

Ironisnya, kejadian ini justru direkam salah satu siswanya atas perintah guru tersebut. Dalam video berdurasi 29 detik ini, oknum guru SMK Kesatrian Purwokerto berinisial LK tampak menampar siswanya L di depan murid-muridnya. Sebelum menampar L, LK terlebih dahulu mengelus-elus pipi siswanya.

Dalam hitungan de tik, LK tiba-tiba menampar siswa di depannya dengan entakan keras. Rekaman peristiwa tindak kekerasan ini pun dalam waktu singkat menjadi viral. Video ini sudah menyebar keberbagai grup di media sosial. Menyikapi hal ini, Wakil Kepala SMK Kesatrian Purwokerto Inayah Rohmawati memaparkan, sekolah sudah menyelesaikan masalah itu.

Setelah me nerima informasi, dia langsung memanggil guru yang menampar siswa dan siswa yang ditampar. Begitu juga para siswa yang menyaksikan penamparan dan siswa yang mem ba gi kan video itu ke media sosial. “Jadi, tidak sampai menunggu berjam-jam, gurunya langsung kami panggil, anak-anak kami kumpulkan, yang menyak sikan dan yang share juga.

Jadi, kesalahan ada pada anak yang share sebetulnya. Kalau tidak di-share kan sebetulnya tidak ada masalah,” paparnya. Inayah Rohmawati mengatakan, sekolah sudah memberikan tindakan tegas kepada guru yang menampar siswa.

Meski demikian, pihak sekolah menyatakan, tindakan guru karena terdorong emosi melihat perilaku siswa yang sudah sering melakukan kesalahan seperti tidak mengerjakan tugas dari guru, makan di kantin saat jam sekolah, dan pelanggaran lain. Sementara siswa juga sudah se ring mendapat peringatan dari guru jika melakukan kesalahan.

“Kesalahan siswa tersebut menumpuk hingga hampir satu tahun. Si anak sudah sering kali diingatkan. Tadi, saat kami panggil, si anak juga sudah mengakui kesalahannya. Sementara guru sedang proses pembinaan,” paparnya. Saat ditanya mengenai perilaku guru yang menampar se tiap hari di sekolah, menurut Ina yah, selama ini tidak ada ma salah.

LK di kenal santun dan belum pernah melakukan kesalahan. “Guru nya itu sangat san tun, agamanya juga sangat ba gus. Dia itu pem bina PMR. Jadi, tidak ada perilaku buruk pada guru itu. Yang namanya karak ter guru, satu dan yang lain kan beda. Cara menangani siswa yang agak nakal juga beda,” paparnya.

Sementara siswa yang merekam penamparan itu mengatakan, tindakannya atas perintah gurunya. Semula rekaman ini hanya untuk di konsumsi di grup kejuruan kelas, namun ak hirnya video beredar di kalangan media sosial secara luas. “Ditamparnya tadi keras dan di lihat semua siswa.

Dia di tampar karena tadi jajan, tapi belum waktunya istirahat. Gurunya marah. Waktu mau ditampar itu, siswanya ditanya dulu boleh tidak ditampar, kata siswanya boleh-boleh aja, jadinya di tampar,” kata Dafa, siswa SMK Kesatrian Purwokerto.

Kasus kekerasan ini akhirnya dilaporkan ke Polres Banyumas. Sementara LK dan siswanya yang menjadi korban kekerasan masih dimintai keterangan oleh polisi.

inews.id

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com