SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pimpinan BP Batam Harus Dievaluasi

  • Reporter:
  • Rabu, 7 Juni 2017 | 13:53
  • Dibaca : 488 kali
Pimpinan BP Batam Harus Dievaluasi
Anggota Tim Teknis DK PBPB Batam Taba Iskandar. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM – Kinerja Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro dan pimpinan lainnya dinilai masih jauh dari harapan. Banyak persoalan belum terselesaikan dan perlu segera dievaluasi oleh Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK PBPB) Batam.

Anggota Tim Teknis DK PBPB Batam, Taba Iskandar mengatakan, sangat wajar jika sekarang banyak pihak yang mendesak pemerintah pusat segera mengevaluasi kinerja pimpinan BP Batam. Pasalnya, kinerja pimpinan BP Batam belum sesuai target DK PBPB Batam.

“Saya tidak bilang mereka gagal, tapi kinerjanya masih jauh dari apa yang diharapkan. Belum sesuai dengan target sebelum mereka ditunjuk oleh Pak Darmin,” katanya, Senin (5/6).

Taba mengaku akan mengusulkan evaluasi kinerja pimpinan BP Batam tersebut dalam rapat Tim Teknis DK PBPB Batam yang akan digelar dalam waktu dekat. Saat ini masih banyak persoalan yang belum terselesaikan oleh pimpinan baru BP Batam, seperti masalah lahan dan pelabuhan.

Hal ini terjadi karena adanya proses pembiaran. Setiap ada persoalan di Batam yang berkenaan dengan regulasi, seharusnya BP Batam segera melaporkan kepada DK PBPB Batam.

“Tapi selama ini tidak. Pusat lebih banyak mengetahui masalah yang terjadi dari keluhan masyarakat,” ujarnya.

Terkait kabar rencana pergantian Kepala BP Batam, Taba mengaku sudah mendengarnya. Hanya saja, dia belum mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat. Pembahasan saat ini memang lebih kepada rencana untuk segera merealisasikan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak juga mengaku bahwa sampai saat ini belum ada pembahasan pergantian pimpinan BP Batam di rapat DK PBPB. Tapi untuk penilaian kinerja selama setahun, menurutnya memang belum sesuai harapan.

“Setiap enam bulan sekali mereka harus melaporkan hasil kinerja dan periode itu juga dilakukan evaluasi oleh DK PBPB,” ujarnya.

Jumaga berharap terbangun sinergi antara BP dan Pemko Batam untuk membangun Batam. Ego sektoral harus segera diakhiri agar persoalan selesai dan perekonomian Batam tumbuh kembali.

Sebelumnya, Ketua DK PBPB Batam yang juga Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan mengevaluasi kinerja Hatanto dan pimpinan BP Batam lainnya. Namun, meski sudah santer akan ada pergantian Kepala BP, rencana itu tak kunjung terealisasi.

Deputi IV Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert M. Sianipar membenarkan adanya sejumlah arahan umum DK PBPB untuk menyelesaikan persoalan Batam. Dia membantah tidak pernah menyampaikan persoalan Batam kepada DK PBPB Batam.

“Kami sudah menyampaikan berbagai persoalan tersebut kepada DK PBPB Batam,” katanya.

Robert tidak bisa memastikan sampai kapan penyelesaian permasalahan di Batam bisa dituntaskan. Saat ini BP Batam terus berusaha untuk mempercepat perizinan dan menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti pelabuhan dan lahan.

“Intinya kalau masalah itu jelas alurnya, cepat kami selesaikan. Tapi kalau tengahnya bolong-bolong, pasti tidak semudah itu kami selesaikan. Salah satunya lahan, ini harus diselesaikan dari hulu ke hilir dari siapa ke siapa kami harus tahu. Karena ini menyangkut hukum, jadi kami harus hati-hati,” ujarnya.

Menurut Robert, pelabuhan menjadi salah satu prioritas pembenahan, karena dinilai masih sangat minim untuk menunjang pembangunan Batam. Dimana kapasitasnya memang perlu ditingkatkan, karena Batam tidak akan berkembang pesat jika tidak memiliki kapasitas pelabuhan yang besar dan ini diakui menjadi tantangan tersendiri bagi BP Batam.

“Begitu juga dengan infrastruktur, satu persatu kami lakukan pembangunan untuk menunjang operasional di Batam,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com