SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pipa Gas Ganggu Pengembangan Alur Kapal

  • Reporter:
  • Rabu, 14 Juni 2017 | 14:24
  • Dibaca : 300 kali
Pipa Gas Ganggu Pengembangan Alur Kapal
ilustrasi

BATUAMPAR – Pengembangan alur kapal di Pelabuhan Batuampar terkendala pipa gas ke Singapura. Selain itu, pipa juga menjadi ganjalan untuk kapal yang akan sandar di pelabuhan. Namun pipa yang dibangun beberapa perusahaan di bawah SKK Migas itu tidak bisa dipindahkan sebelum kontrak kerja sama dengan Singapura.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Eko Budi Santoso mengatakan pemindahan pipa gas di Pelabuhan Batuampar terkendala perjanjian kerja sama. Sehingga tidak bisa dilakukan sebelum perjanjian kerja tersebut habis. Pipa gas merupakan gas dari Natuna yang disalurkan ke Singapura. “Yang kmai sayangkan pembangunan itu dulu dilakukan dengan melintasi Batuampar ke Singapura, padahal sebenarnya tidak perlu belok,” ujarnya, Selasa (13/6)

Menurut dia, ada kesalahan dari pihak yang memberikan izin dan titik yang dilewati pipa gas itu. Di sisi lain, sambungnya, untuk memindahkan pipa gas membutuhkan biaya besar.

“Sekarang biayanya yang menanggung siapa karena biayanya luar biasa. Dan juga tidak bisa dihentikan begitu saja,” katanya.

Humas PGN Strategic Business Unit (SBU) Region III, Riza Buana mengatakan, pihaknya memang menyalurkan gas ke Singapura yang di lakukan PT Transgasindo anak perusahaan PGN. Namun jalurnya tidak melintasi Pelabuhan Batuampar. Pipanya terbentang dari Sumatera Selatan ke Pulau Batam melalui jalur Panaran dan dilanjutkan ke Pulau Pemping melalui jalur Tanjunguncang.

Untuk gas yang disalurkan dari Natuna ke Singapura yang pipanya melintas di perairan Batu Ampar, disebut milik West Natuna Transmision Sytem (WNTS). Pipa itu dioperasikan Medco Energy, Premiere Oil dan Star Energy. Pipa-pipa itu ditegaskan tidak ada kaitan dengan PGN.

“Jadi pipa yang menggantung di Batuampar bukan milik PGN ataupun anak perusahaan PGN, tetapi milik badan usaha lain yang menyalurkan gas dari Natuna ke Singapura,” katanya.

Manager Transgasindo area Batam sebagai anak perusahaan PGN, Odi menambahkan, pihaknya memang tidak memiliki pipa gas yang melintasi Batuampar. Pipa gas milik PGN diakui dari Sumatera Selatan ke Panaran. “Kami saat ini sedang memperbaiki pipa yang dari Natuna ke Panaran,” kata Odi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com