SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PKL di Batam, 15 Mahasiswa Jakarta Jadi Korban Pembobolan Rumah

  • Reporter:
  • Jumat, 21 Juli 2017 | 14:44
  • Dibaca : 190 kali
PKL di Batam, 15 Mahasiswa Jakarta Jadi Korban Pembobolan Rumah
ilustrasi

SINDOBATAM – Nasib apes diterima 15 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jurusan Teknik Perkapalan.

Baru seminggu melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Citra Siphiyard Tanjunguncang, mereka menjadi korban pembobolan rumah pada Jumat (21/7/2017) sekira pukul 01.00 dini hari.

Mereka mengontrak rumah di Kavling Sagulung Jaya Blok G Nomor 10. Rencananya mereka akan tinggal selama tiga bulan ke depan.

Randi salah satu korban menuturkan, kejadian pertama kali diketahui saat mereka bangun tidur sekira pukul 04.30 WIB. Mereka curiga rumahnya dimasuki orang tak diundang lantaran sejumlah barang berharga miliknya sudah tidak ada.

“Semalam kami tidur cukup larut, sekitar jam 12 malam. Tapi kami tidak tahu sudah kunci rumah apa belum, sepertinya kejadian sekitar jam 1 atau jam 2 malam,” kata Randy.

Rendi mengatakan, maling tersebut mengambil barang berharga miliknya dan rekannya yang tertidur di ruang tamu depan. Sementara barang milik rekannya yang tidur di kamar belakang dan tengah tidak ada yang diambil.

“Kami ada 15 orang, karena kamar tidak cukup. Jadi sebagian ada tidur di rumah kamar dan ruang tamu. Yang hilang diambil yang tidur di ruang tamu,” ujarnya.

‎Sementara Dwi salah satu mahasiswa PKL menuturkan, pelaku mengambil tujuh ponsel android yang sedang di cas di ruang tamu. Pelaku terbilang nekat, pasalnya saat itu di ruang tamu 11 orang tidur di sana.

“Satupun tidak ada yang sadar kalau ada orang masuk. Kami kaget pas mau salat subuh, barang sudah hilang semua,” katanya.

‎Selain mengambil ponsel, para pelaku juga mengambil tas berisi dukumen penting seperti KTP, kartu mahasiswa, ATM dan sejumlah uang di tas.

“Pokoknya barang berharga yang di ruang tamu habis semua digondol maling,” katanya.

‎Akibat kejadian tersebut, mereka mengalami kerugian hingga Rp20 juta. Namun mereka tidak melaporkan kejadian ke polisi, mereka hanya membuat laporan kehilangan surat-surat berharga.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com