SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PN Batam Eksekusi Kapal di Bandar Abadi

  • Reporter:
  • Kamis, 21 November 2019 | 12:12
  • Dibaca : 101 kali
PN Batam Eksekusi Kapal di Bandar Abadi
ilustrasi.

BATUAJI – Pengadilan Negeri (PN) Batam melakukan sita kapal TB Tirta Samudra XXVII dari lokasi PT Bandar Abadi di Jalan Brigjen Katamso Tanjung Uncang, Batuaji, Rabu (20/11). Penyitaan kapal milik PT Usda Seroja Jaya tersebut setelah adanya putusan inkrah dari Mahkamah Agung (MA).

Pantau di lapangan, petugas keamanan perusahaan melakukan penjagaan dengan ketat. Wartawan tidak diperkenankan memasuki perusahaan dan hanya boleh menunggu di pintu gerbang PT Bandar Abadi. Sementara pegawai dari Pengadilan Negeri Batam, bersama pegawai PT Bandar Abadi sedang menuju tepi laut di kompleks PT Bandar Abadi.

Kuasa Hukum PT Usda Seroja Jaya, Nasib Siahaan mengatakan, pihaknya mengapresiasi semua pihak terkait atas pelaksanaan eksekusi.

“Kapal itu sudah kami tarik ke tempat kami. Tinggal sekarang pelaksanaan pembayaran sekitar Rp9 miliar yang sudah tertuang dalam penetapan yang dibacakan tadi,” kata Nasib usai eksekusi.

Ia mengatakan, PT Bandar Abadi diwajibkan membayar kepada PT Usda Seroja Jaya sebesar Rp9 miliar dan diberikan batas waktu sampai dua pekan ke depan. Pihaknya berharap PT Bandar Abadi memiliki itikad baik menyelesaikan pembayaran tersebut.

“Jika tidak membayar, maka lahan milik perusahaan seluas 41 meter persegi ini akan ditingkatkan dari sita jaminan menjadi sita lelang. Dan dari BPN (badan pertanahan nasional) akan kembali melakukan pengukuran,” katanya.

Nasib mengatakan, pihaknya selalu memenangkan setiap persidangan, baik di PN Batam, pengadilan tinggi hingga kasasi serta peninjauan kembali (PK). “Dari PN sampai PK kita menang. Dan ini adalah proses hukum yang wajib dilaksanakan oleh Bandar Abadi,” katanya.

Seperti diketahui PT Usda Seroja Jaya selaku pemilik kapal TB Tirta Samudera XXVII melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Batam bulan Januari 2016 lalu atas dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh PT Bandar Abadi Shipyard.

Terkait gugatan tersebut, pada tanggal 31 Maret 2016, Majelis Hakim PN Batam mengabulkan tuntutan provisi dari PT USJ selaku penggugat.

Dalam putusan provisi tersebut, Majelis Hakim menghukum tergugat untuk memberikan izin kepada penggugat untuk memasuki lokasi tergugat guna memperbaiki sendiri kapal Tirta Samudra XXVII hingga selesai.

Majelis Hakim juga menghukum tergugat untuk mengeluarkan kapal Tirta Samudra XXVII dari lokasi tergugat dan menyerahkan kapal tersebut kepada penggugat dan atau memberikan hak kepada penggugat untuk mengambil atau mengeluarkan sendiri kapal tersebut dari lokasi dock tergugat bila perlu dengan bantuan Kepolisian.

Selanjutnya pada tanggal 4 April 2016, PT USJ mengajukan permohonan eksekusi putusan provisi kepada PN Batam. PN Batam kemudian menindaklanjutinya dengan mengirimkan surat permohonan eksekusi putusan provisi tersebut ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru tanggal 5 April 2016.

Pada tanggal 3 Mei 2016, Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengeluarkan surat penetapan No 1/Pen/Pdt/2016/PT PBR yang menyatakan menolak memberikan izin untuk melaksanakan eksekusi putusan provisi Pengadilan Negeri Batam tanggal 31 Maret 2016. iwan sahputra

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com