SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PNS Anambas Dapat Toleransi, Lingga Siapkan Sanksi

PNS Anambas Dapat Toleransi, Lingga Siapkan Sanksi

ANAMBAS – Aktivitas pemerintahan mulai kembali berdenyut di seluruh daerah. Di Anambas, pemkab memberi toleransi bagi pegawai yang tidak masuk pada hari pertama kerja karena pertimbangan minimnya angkutan arus balik. Di Lingga, Bupati Alias Wello memuji pegawai yang memenuhi aula apel.

Di Anambas, lebih dari 250 pegawai negeri sipil (PNS) tidak masuk pada hari pertama kerja, Senin (3/7). “Dari absensi awal saya perkirakan 80 persen pegawai hadir saat apel pagi. Sisanya kemungkinan masih dalam perjalanan,” ungkap Sekretaris Daerah Pemkab Anambas Sahtiar usai apel, kemarin.

Dia mengatakan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dalam waktu dekat akan sidak ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sembari memonitor kehadiran pegawai terutama di pelayanan. Hanya saja waktu sidak dirahasiakan.

Meski demikian, Badan Kepegawaian masih memberi toleransi sampai 10 Juli atau hari keempat masuk kerja setelah liburan Lebaran.
Adapun jumlah PNS Pemkab Anambas berkisar 1.400.

“Masih ada toleransi bagi PNS yang belum sampai di tempat karena pertimbangan transportasi ke Anambas,” ujarnya.

Bagi pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan pada 10 Juli nanti, maka tunjangan kesejahteraan dipotong dan pegawai tidak tetap gajinya dipotong sesuai sanksi yang berlaku. Sebab tidak ada alasan lagi tidak ada transportasi. “Transportasi feri cepat tetap melayani rute Anambas dan tanggal 8 Juli mendatang infonya KM Bukit Raya akan berangkat dari Tanjungpinang ke Tarempa,” katanya.

Sanksi Berdasar Riwayat
Di Lingga, hujan mengiringi apel perdana hari pertama kerja setelah liburan Lebaran. Namun apel kali ini digelar di dalam ruangan aula Junjungan Negeri Daik Lingga. Aula tampak dipenuhi pegawai yang akan kembali beraktivitas.

“Aturan memang mengikat tapi disiplin juga mempengaruhi kualitas kerja. Saya berterima kasih sudah patuh dan hadir pada hari pertama sesuai instruksi Presiden,” ujar Alias Wello.

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Lingga, Ari Setya Darma mengatakan masih akan mendata pegawai yang tidak masuk. Dipastikan mereka akan mendapat sanksi.

“Pasti ada sangsi, seperti yang ditegaskan oleh Menpan kemarin. Hanya saja bentuk sangsinya bertingkat,” ungkapnya.

Sanksi yang akan diberikan kepada ASN pelanggar disiplin ini akan megacu pada riwayat kesalahan yang pernah dibuat aparatur tersebut. “Kalau dia baru pertama melakukan kesalahan ini, tentu diberi sangsi lebih ringan. Tapi kalau di sudah sering melakukan pelanggaran, akan diberikan sangsi lebih berat,” ungkap Ari. Hanya saja, Ari belum mendata jumlah pegawai yang tidak masuk.

jhon munthe/jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com